“WADUH…Aki Lampu PJU Digondol Maling Lagi”

Berita Terbaru Berita Utama Majene

Mapos, Majene – Warga Majene mengeluhkan banyaknya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mati. Sedikitnya ada delapan PJU tenaga surya yang terpasang disepan­jang jalan di Lingkungan Barane Kalurahan Baurung Kecamatan Banggae Timur tersebut mati lantaran aki yang menjadi sumber energinya hilang dicuri oleh orang tak bertanggung jawab.

Mahmud, salah seorang tokoh muda di Majene mengatakan, hilangnya aki PJU diduga kuat karena dicuri orang.

“Harga aki PJU itu sangat mahal dan bisa dipakai sebagai alat penerangan untuk nelayan. Sepengetahuan saya kalau beli baru harganya sekitar Rp2,6 juta,” katanya kepada wartawan, Jumat (05/01/2017).

Menurutnya, PJU tena­ga surya di Lingkungan Barane Kalurahan Baurung Kecamatan Banggae Timur dibangun tahun lalu. Tidak lama kemudian satu persatu PJU mulai banyak yang mati akibat tidak ada aki-nya. Sehingga kondisi se­pan­jang jalan yang melintas di kawasan obyek wisata Barane men­jadi gelap dan berpotensi me­nimbulkan kriminalitas serta kecelakaan.

“Kami harap pe­me­rin­tah daerah segera memper­baiki. Jangan sampai me­nunggu ada korban jiwa dulu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penerangan Jalan (Penjal) Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kabupaten Majene, Hermansyah mengatakan pihaknya kaget setelah memeriksa boks tempat aki PJU-TS di kawasan obyek wisata Barane.

“Sebelumnya kami mendapat aduan dari masyarakat kalau lampu jalan di Barane tidak menyala. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata aki sebagai alat suplai strum sudah tidak ada di dalam boks,” papar Hermansyah.

Dirinya menduga bahwa pelaku tidak lain adalah masyarakat sekitar. “Kemungkinan aki yang dicuri digunakan untuk melaut karena di wilayah itu banyak pelaut,” duga Hermansyah.

Disinggung soal apakah pihaknya telah melapor kepada pihak Kepolisian terkait hilangnya aki PJU-TS, Hermansyah mengatakan sejauh dia belum melakukan upaya hukum.

“Saya sudah koordinasi dengan staf untuk segera melakukan pengaduan. Nantilah setelah kami tidak sibuk,” terang Hermansyah.

Sementara kerugian yang timbul akibat hilangnya aki PJU-TS mencapai puluhan juta rupiah.

“Harga per unitnya sekitar Rp2,6 juta. Jadi puluhan juta yang kita butuhkan untuk menyalakan lampu di Barane,” ungkap Hermansyah.

Dia berharap kepada masyarakat agar turut menjaga fasilitas milik pemerintah karena yang menikmati adalah masyarakat juga.

Dari informasi yang diperoleh, banyaknya lam­pu PJU bertenaga surya yang mati di sejumlah ruas jalan menuju obyek wisata Barane. Selain sudah ada laporan dari masyarakat, pihak dinas juga pernah beberapa waktu lalu melakukan peman­tauan di lapangan, namun sampai saat ini PJU yang rusak  belum diperbaiki karena terbatasnya anggaran di Diperkimta.

(sumarlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *