Verifikasi Media Online, Ketua Dewan Pers : Jika Tidak Memenuhi Syarat, Coret

Nasional

Mapos, Jakarta¬†–¬†Ketua Dewan Pers Yosep Adi Presetyo mengatakan pihaknya akan mendorong proses verifikasi untuk semua media online yang ada di Indonesia saat ini.

Menurutnya, kegiatan verifikasi penting dilakukan agar media online tersebut dapat menjalankan kegiatan sesuai undang-undang dan kode etik jurnalistik yang berlaku.

“Jangan sampai kemudian ada oknum yang mendompleng pekerjaan jurnalistik seperti Saracen. Jika tidak diverifikasi, perusahaan media abal-abal ini bisa leluasa menyebarkan kebecian dan memeras pihak lain,” ujarnya setelah bertemu dengan Pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di Gedung Dewan Pers.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (tengah), bersiap memecahkan balon didampingi Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetya (kanan), dan pemimpin redaksi media online saat deklarasi AMSI.

Dia menuturkan pertumbuhan media siber di Indonesia saat ini sangat mengkhawatirkan. AMSI mencatat setidaknya ada 43.300 media online di berbagai daerah di Nusantara. Ironisnya, jumlah media online yang sudah terverifikasi tidak lebih dari 200 perusahaan.

“Pertubumbuhan media online sudah gak masuk akal. Bisa dibayangkan di Ibu Kota Kabupaten Tanjung Balai Karimun saja ada 500 media online,” jelasnya.

Untuk itu, Dewan Pers akan mengerahkan tujuh konstituen dan serikat penerbit surat kabar (SPS) yang ada di 30 provinsi agar dapat membantu proses verifikasi media online.

“Kami juga akan meminta bantuan ke AMSI, PWI, dan AJI untuk mengecek anggotanya. Jika tak memenuhi syarat dan melanggar aturan, langsung dicoret,” katanya.

Ketua AMSI Wenseslaus Manggut mengatakan menjamurnya media online di berbagai daerah memang menjadi kendala untuk pelaksanaan verifikasi. Namun, dia juga tak memungkiri bahwa ada proses administrasi yang cukup rumit terkait hal ini.

Misalnya, ketentuan bahwa satu media online harus didaftarkan melalui satu perusahaan (PT). Proses tersebut dinilai memberatkan pengusaha meskipun tujuannya baik.

“Kesulitan teman-teman sekarang itu kan banyak koran yang mau bikin online. Kalau ikuti aturan, (media online) harus bikin PT sendiri gak bisa digabung. Kalau begitu kami harus memindahkan orang, di PHK, bayar pesangon, lalu dipindahkan ke PT baru. Ini kan merepotkan,” ungkapnya.

Proses audiensi tersebut dihadiri oleh mantan Ketua Dewan Pers Bagir Manan, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Presetyo, dan beberapa pemimpin redaksi media siber.

(*)

(Sumber : Kabar24.com)

1 thought on “Verifikasi Media Online, Ketua Dewan Pers : Jika Tidak Memenuhi Syarat, Coret

  1. Sulteng, Kami sangat mengapresiasi Tindakan Dewan Pers yang akan memverifikasi Media Online, sebab di sulawesi Tengah ada beberapa media online yg mendompleng di satu perusahaan itupun perusahaan suatu Lembaga di Jkt,(Pusat) dan ironisnya satu Perusahaan di gabung 3 Media.Media cetak, Media Elektronik, dan Media online.Hal ini yang memang perlu di tertibkan,Pak…
    Saran: Kalau Bisa setiap Media online Yg sdh resmi, punya aplikasi dan akun sendiri. Terima kasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *