Usai Dihukum Jemur, Murid SD Galung Lombok Pingsan dan Kejang-kejang

Peristiwa

Mapos, Polman – Hukuman bagi anak sekolah perlu ditinjau ulang pihak terkait. Pasalnya, jika menghukum murid melebihi kemampuannya bisa berakibat fatal.

Kondisi Asman (11) tergolek lemas di RSUD Majene foto : Ist

Seperti yang terjadi pada seorang murid SD Negeri No 018 Galung Lombok di Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polman, Asman (11).

Menurut pengakuan keluarga korban, Herman, anak kemenakannya kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majene pada Sabtu (27/10/2018) malam karena diduga usai dihukum oleh guru honorer K2 berinisial WW, Asman pingsan, tak lama kemudian Asman kini mengalami kejang-kejang.

Ia menceriterakan ikhwal Asman menderita kejang-kejang. Pada hari Selasa tanggal 23 Oktober 2018, ia dihukum jemur oleh guru honorer WW karena tidak menghafal perkalian. “Setelah akan masuk ke ruangan, Asman sudah tidak bisa menulis. Ia gemetar dan akhirnya pingsan. Tak lama setelah siuman, ia mulai kejang-kejang. Seluruh badannya membiru. Setelah diobati, kejang-kejangnya berhenti. Tak lama kemudian kejang-kejang lagi,” tutur Herman.

“Bukannya pihak sekolah yang mengantar kemenakan kami pulang saat pingsan, melainkan kepala dusun,” sesal Herman menambahkan.

Hingga berita ini tayang, anak pasangan Suardi dan Suarni warga Dusun Galung Lombok Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung ini, kini dirawat di rumah sakit umum Majene.

Sayangnya, Kepala SDN Nomor 018 Galung Lombok, Abdul Kadir baru mau merespon tuntutan pihak keluarga korban setelah mendapat desakan sebanyak dua kali oleh Kepala dusun setempat.

Hingga berita ini tayang, pihak sekolah maupun dinas terkait belum berhasil dikonfirmasi.

Sementara pihak keluarga masih belum melaporkan kejadian yang menimpa Asman kepada pihak terkait karena masih konsentrasi pada pemulihan Asman yang masih tergolek lemas di rumah sakit.

“Kita akan adukan soal ini setelah kondisi Asman agak baik. Karena saat ini kondisinya masih sangat kritis,” tutur Herman, Senin (29/10/2018).

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...