Tuntut Perbaikan Jalan, Warga Kalumpang Datangi Kantor Gubernur Sulbar

Mamuju

Mapos, Mamuju – Puluhan warga mengatasnamakan Pergerakan Masyarakat Kalumpang Raya menggelar aksi unjuk rasa didepan kantor Gubernur Sulbar. Mereka mendesak agar pemerintah Sulbar segera membenahi jalan poros Bonehau-Kalumpang dari pengerasan ke hot mix pada tahun 2019.

Aksi itu dilakukan sebagai bentuk kekesalan setelah bertahun-tahun jalan rusak yang menghubungkan Kecamatan Bonehau-Kalumpang tak juga diperbaiki. Malah, wacana perbaikan sejak 2012 belum juga terealisasi.

Dalam aksi itu, warga menuntut janji kampanye Gubernur Sulbar dan wakilnya, Ali Baal Masdar-Enny Anggraeni Anwar.

Warga, berharap dengan aksi ini Pemprov Sulbar dapat mendengar tuntutan perbaikan jalan rusak ke wilayahnya.

“Kami minta jalan ini diperbaiki. Cobalah pejabat lihat jalan di sini, rasakan langsung melewati jalan rusak ini. Biar mereka tahu apa yang dirasakan kami setiap hari ketika lewat jalan ini,” cetus koordinator aksi, Masdar. Senin (24/9/2018).

Ia juga berharap Gubernur Sulbar mendengar aspirasi warga.

“Sudah bertahu-tahun lebih jalan ini rusak tapi tak pernah diperbaiki,” keluhnya.

Selain itu, massa aksi mengancam akan memblokir jalan sebagai bentuk protes perbaikan jalan rusak yang dibiarkan bertahun-tahun di Kalumpang-Bonehau.

Apalagi, katanya, sejak PT. Mamuju Tambuan Energy (Kalla group) masuk pada tahun 2012 di wilayah Kalumpang raya melakukan investasi, seharusnya warga Kalumpang mendapatkan haknya untuk perbaikan infrastruktur yang layak, pembangunan SDM dan lainnya. Namun kenyataannya, hingga kini daerah Kalumpang-Bonehau tidak pernah dibangun. Bahkan, hanya dieksploitasi sumber daya alamnya yang dikerok.

Kekecewaan masyarakat Kalumpang-Bonehau karena pihak perusahan dan Pemprov Sulbar hanya melempar tanggung jawab serta semakin memperparah kondisi jalan, terutama jalan akses yang dilalui kendaraan perusahan.

foto/istimewa.

Sementara itu, Kadis PU Sulbar, H. Nasaruddin mengatakan, tahun 2019 jalan Kalumpang-Bonehau akan dikerjakan.

“Saya sebagai jaminannya bila tidak dikerjakan,” kunci Nasaruddin.

(toni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *