Timsel Bawaslu Sulbar Dituding ‘Masuk Angin’

Politik

Mapos, Mamuju – Tahapan seleksi anggota Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Barat (Sulbar) dituding masuk angin. Dimana Timsel tanpa memperhatikan lebih jauh telah meloloskan dua nama yang memiliki rekam jejak bermasalah.

Menurut Masram, dalam menetapkan calon anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat, Timsel tidak memperhatikan dan atau tidak mempertimbangkan rekam jejak calon, sehingga dalam Pengumuman terdapat nama-nama calon yang pernah dijatuhi sanksi oleh DKPP karena terbukti melakukan pelanggaran Kode Etik Penyelanggara Pemilu, masing-masing adalah Sdr. Ardi Trisandi, S.PdI, dijatuhi sanksi berupa Peringatan Keras oleh DKPP RI dan Sdri. Fitrinela Patonangi, SH., MH, dijatuhi sanksi berupa pemberhentian sementara oleh DKPP RI.

“Ketentuan ini sepertinya luput dari Timsel, dan berharap agar mendiskualifikasi calon peserta yang terindikasi memiliki rekam jejak bermasalah,” ujar Masram. Senin (11/6/2018).

Masram mengakui bahwa dirinya memiliki bukti bahwa dua nama yang di loloskan memiliki rekam jejak yang bermasalah. Dimana DKPP telah mengeluarkan maklumat atas nama nama itu.

“Saya katakan, Timsel dalam mengambil keputusan tidak secara profesional,” ujar Masram.

Dengan dikeluarkan surat maklumat dari DKPP terkait dua nama calon Bawaslu sulbar, sudah bisa menjadi pintu masuk timsel untuk menindak lanjuti laporan tersebut.

“Disini lemahnya Timsel, data laporan dari masyarakat seharusnya menjadi pintu masuk untuk dilakukan evaluasi dan pemeriksan mendalam terhadap dua nama tersebut,” terang Masram.

“Saya menduga, sepertinya ada aroma nepotisme dalam perekrutan calon Bawaslu Sulbar,” Sambungnya.

Putusan DKPP/ Maklumat No ; 49 & 69/DKPP-PKE-IV/2015.

Disitu sudah jelas, DKPP telah mengeluarkan maklumatnya kepada dua nama itu yang bermasalah, sesuai dengan Putusan DKPP/ Maklumat No ; 49 & 69/DKPP-PKE-IV/2015, atas nama Sdr. Ardi Trisandi dan Putusan DKPP/Maklumat No ; 100/DKPP-PKE-VI/2017 atas nama Sdri. Fitrinela Patonangi.

Putusan DKPP/Maklumat No ; 100/DKPP-PKE-VI/2017.

Masram berharap, agar Timsel dapat bekerja dengan baik tanpa ada nepotisme dan titipan dari kelompok tertentu, sehingga calon yang diloloskan betul-betul yang bisa dipercaya masyarakat, mandiri, memiliki integritas dan non partisan.

(usman)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.