Terkait Tudingan PLD Bermain Mata, M. Irsan : Itu Tidak Benar

Berita Utama

Mapos, Mamuju – Adanya tudingan bahwa Pendamping Lokal Desa (PLD) bermain mata dengan Tim Pengelola Kegiatan Desa (TPKD), diluruskan oleh PLD Desa Taan, Muh. Irsan. Senin (15/1/2018).

Ia mengatakan, itu tidak benar soal adanya tudingan kalau saya ada bermain mata dengan TPKD. Secara umum saya sudah mengingatkan melalui Tim Pelaksana Kegiatan Desa (TPKD) dan sering pula saya menyampaikan melalui musyawarah desa bahwa setiap pelaksanaan pembangunan Dana Desa (DD) agar selalu memasang papan proyek.

“Masyarakat siapa yang menuding saya bermain mata dengan TPKD,” terang Irsan.

Terbukti pada pelaksanaan tahap pertama pembangunan drainease dan rabat beton di Dusun Kampung Baru Desa Taan serta pembangunan rabat beton di Dusun Kalimbua Desa Taan dengan menggunakan dana desa dan telah dipasangi papan pengumuman (papan proyek). Selanjutnya telah pula terpasang papan pemgumuman Dana Desa yang dipasang di kantor Desa Taan.

Terkait pembangunan pagar TPU di Desa Taan, pelaksanaannya sudah dalam tahap kedua. Adapun tidak adanya papan proyek bukan menjadi kewenangan PLD. Karena jauh sebelumnya hal itu sudah kami ingatkan.

“Saya sudah mengingatkan hal itu sebelum pelaksanaan. Namun tergantung dari TPKD itu sendiri, sudah di pasang atau belum,” ujarnya.

Perlu masyarakat ketahui, bahwa tugas dari Pendamping Lokal Desa (PLD) adalah memfasilitasi perencanaan pembangunan di desa bukan pelaksana proyek.

Ia menjelaskan, kami bekerja, sesuai SOP, adapun soal pelaksanaan dilapangan bukan menjadi rana saya.

“Saya sudah bekerja sesuai SOP sesuai dengan fungsi saya selaku PLD,” tuturnya.

Baliho APBDes 2017

Adapun Dana Desa (DD) tahun 2017 di Desa Taan sebesar Rp866.534.000 juta sedangkan Anggaran Dana Desa (ADD) Rp251. 059.000 juta.

Tugas Tugas Pokok dan Fungsi Pendamping Desa

Perbedaan mendasar model pendampingan paska ditetapkannya UU Desa adalah ada tuntutan terhadap para Pendamping Desa untuk mampu melakukan transformasi sosial dengan mengubah secara mendasar pendekatan “kontrol dan mobilisasi” pemerintah terhadap desa” menjadi pendekatan “pemberdayaan masyarakat desa”. Masyarakat desa dan pemerintah desa sebagai satu kesatuan self governing community diberdayakan untuk mampu hadir sebagai komunitas mandiri. Dengan demikian, desa-desa didorong menjadi subyek penggerak pembangunan Indonesia dari pinggiran, sehingga mampu merealisasikan salah satu agenda strategis prioritas Pemerintahan Jokowi-JK yaitu

“Membangun Indonesia dari Pinggiran dengan Memperkuat Daerah-Daerah dan Desa dalam Kerangka Negara Kesatuan”.

Tugas Pokok Pendamping Desa

Tugas pokok Pendamping Desa yang utama adalah mengawal implementasi UU Desa dengan memperkuat proses pelaksanaan pemberdayaan masyarakat desa.

Fungsi Pendamping Desa
Pendamping Desa dalam melaksanakan tugasnya menyelenggarakan fungsi fasilitasi penetapan dan pengelolaan kewenangan lokal berskala desa dan kewenangan desa berdasarkan hak asal-usul, fasilitasi penyusunan dan penetapan peraturan desa yang disusun secara, partisipatif dan demokratis.

Fasilitasi pengembangan kapasitas para pemimpin desa untuk mewujudkan kepemimpinan desa yang visioner, demokratis dan berpihak kepada kepentingan masyarakat desa, fasilitasi demokratisasi desa, fasilitasi kaderisasi desa, fasilitasi pembentukan dan pengembangan lembaga kemasyarakatan desa, fasilitasi pembentukan dan pengembangan pusat kemasyarakatan di desa dan/atau antar desa, fasilitasi ketahanan masyarakat desa melalui penguatan kewarganegaraan, serta pelatihan dan advokasi hukum, fasilitasi desa mandiri yang berdaya sebagai subyek pembangunan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan desa yang dilaksanakan secara partisipatif, transparan dan akuntabel.

Fasilitasi kegiatan membangun desa yang dilaksanakan oleh supradesa secara partisipatif, transparan dan akuntabel, fasilitasi pembentukan dan pemngembangan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), fasilitasi kerjasama antar desa dan kerjasama desa dengan pihak ketiga, fasilitasi pembentukan serta pengembangan jaringan sosial dan kemitraan.

(toni) 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *