Terdengar Suara Tembakan di Mapolda Sulbar

Mamuju

Mapos, Mamuju¬†–¬†Situasi Mapolda Sulbar benar-benar mencekam saat mendapat serangan kelompok terorisme.

Selain tembakan bedil, para teroris juga meledakkan bom yang membuat seisi markas Polisi panik. Beberapa orang berusaha menyelamatkan diri, namun terjebak karena kelompok teroris terus mengancam.

Asap yang menggumpal akibat ledakan bom membuat sesak seisi ruangan. Korban berjatuhan. Seketika mereka tergeletak di lantai. Beberapa orang disandera dan disekap oleh teroris.

Selang beberapa saat, petugas kepolisian dari Polda Sulbar datang ke lokasi kejadian. Garis polisi mulai dipasang.

Gerak cepat dilakukan untuk mendalami serangan teroris yang menyekap beberapa orang.

Sementara, di kejauhan, suara ambulance terdengar meraung. Semakin dekat, dan sampai. Korban yang tergeletak lalu dievakuasi dan dilarikan ke RS Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut.

Pihak kepolisian tidak tinggal diam. Bukti-bukti dikumpulkan. Kepolisian dari beberapa sektor ikut membantu pengungkapan kasus teroris yang menyerang Mapolda Sulbar tersebut.

Akhirnya, dengan berbagai pendekatan dan berkat kerjasama yang solid antara kepolisian Polda Sulbar dengan beberapa stakeholder, kasus terorisme ini berhasil terungkap.

Itulah sekilas ketegangan dari kegiatan simulasi penanganan terorisme yang dilaksanakan di lapangan Mapolda Sulbar jalan poros Mamuju – Kalukku, Kalubibing, Jumat (27/7/2018).

Simulasi penanganan teroris yang diprakarsai Polda Sulbar ini merupakan bagian dari kesiapan dalam mengamankan wilayah hukum Polda Sulbar.

Kabid Humas Polda Sulbar, AKBP Hj. Mashura menjelaskan, dalam upaya penanganan teroris memerlukan paling tidak tiga pendekatan. Yaitu pendekatan keras (hard approach), pendekatan lunak (soft approach), dan smart approach.

Dalam simulasi ini, pendekatan tersebut digabungkan dengan disaster management preparedness untuk menghadapi teror.

Simulasi Polda Sulbar, antisipasi serangan terorisme.

“Jadi, tidak langsung melumpuhkan teroris, tetapi juga dengan negosiasi. Langkah-langkah scientific criminal investigation tetap dilakukan untuk pengungkapan jaringan,” ujarnya.

(usman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *