Tak Lolos, Partai Idaman Mulai Ditinggalkan Kadernya

Politik

Mapos, Jakarta РKeputusan KPU yang tidak meloloskan Partai Idaman dalam verifikasi faktual peserta Pemilu 2019 berbuntut panjang kepada partai yang dipimpin oleh Rhoma Irama itu.
Sekretaris Jenderal Partai Idaman Ramdansyah mengungkapkan, beberapa kader partainya hengkang setelah keputusan KPU tersebut dikeluarkan.

“Beberapa di kawasan timur sudah mundur,” ujarnya di Kantor DPP Partai Idaman, Jakarta, Selasa (16/1/2018).
Ramdansyah menyebutkan beberapa daerah yang dimaksud yaitu Papua Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Selatan terutama di Manado.
Saat ini, kata dia, kader Partai Idaman sudah ada di 84 persen kabupaten dan kota diseluruh Indonesia.

Jumlahnya ucap Ramdansyah mencapai 200.000 kader.
Partai Idaman juga mengatakan, sebagian kadernya yang hengkang justru beralih ke partai lain.
Hal itu terjadi karena Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan agar partai lama juga harus diverifikasi oleh KPU.

“Jadi sangat mudah kader partai idaman bergeser karena datanya ada dan lengkap,” kata dia.
Berdasarkan putusan ajudikasi Bawalu nomor 002/PS.REG/BAWASLU/I/2018 Tangkal 15 Januari 2018, Partai Idaman dinyatakan tidak dapat melanjutkan verifikasi faktual.

Partai Idaman saat verifikasi di Kantor KPU.

Keputusan itu diambil usai Partai Idaman melaporkan KPU karena tidak meloloskan partai tersebut dalam tahapan verifikasi faktual.

Rhoma Irama Merasa Ada Diskriminasi
Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama kecewa karena partainya dinyatakan tidak dapat melanjutkan verifikasi faktual sebagai partai peserta Pemilu 2019 oleh Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu).

“Kami memang merasa kecewa terhadap kinerja KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan Bawaslu,” ujar Rhoma, dalam konferensi pers di Kantor DPP Partai Idaman, Jakarta, Senin (16/1/2018).

Raja dangdut itu bahkan menilai ada unsur diskriminasi yang dilakukan oleh KPU dan Bawaslu kepada Partai Idaman.

Menurut Rhoma, indikasi diskriminasi itu dirasakan oleh Partai Idaman setelah mengikuti proses ajudikasi dan mediasi bersama KPU dan Bawaslu.
Partai Idaman, kata dia, menunjukkan beberapa bukti kalau partai lain juga punya persoalan dengan kelengkapan dokumen.

Bahkan, ucap Rhoma, ada beberapa partai yang punya masalah lebih banyak, namun dinyatakan lolos.

“Ada partai baru yang datanya kertas kosong saja tetapi begitu lancar melenggang sampai ke tahap selanjutnya. Juga ada partai existingyang datanya manipulatif,” kata dia.

Namun, Rhoma kecewa lantaran pihak KPU mengabaikan fakta-fakta yang disampaikan oleh Partai Idaman.
Sementara, itu pihak Bawaslu ucap dia, tidak melakukan investigasi terhadap hasil kerja KPU.

Sekretaris Jenderal Partai Idaman Ramdansyah mengatakan bahwa partainya akan melaporkan dugaan pelanggaran kode etik ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Selain itu, Partai Idaman juga berencana akan membawa putusan ajudikasi Bawaslu yang didasari berita acara KPU tersebut ke PTUN DKI Jakarta.

(*)

(Sumber : Tribun.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *