Ssstt.. Diduga BBM di SPBU Karossa Dijual Tengah Malam ke Pengecer

Peristiwa

Mapos, Mateng¬†–¬†Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) yang berada di jalan Trans Sulawesi tepatnya di Kecamatan Karossa berani melanggar aturan.

BBM bersubsidi jenis premium sengaja dijual kepada pembeli dengan menggunakan jerigen. Mirisnya, diduga pembeli dikenakan biaya sebesar Rp 10 ribu untuk satu jerigen. Dalam satu malam, pihak SPBU bisa melayani puluhan jerigen.

Pantauan dilapangan, SPBU tersebut lebih memprioritaskan pengisian jerigen daripada pengisian kendaraan, pasalnya setiap kendaraan yang hendak mengisi premium pada siang hari kerap kali kosong alias tidak ada BBM.

Namun pada malam hari, SPBU ini ramai didatangi para pembeli mengunakan jerigen. Di malam harinya puluhan kendaraan jenis sepeda motor yang mengangkut jerigen tampak antri dan saling bergantian untuk mengisi BBM ke dalam jerigennya.

Diduga, pihak pengelola terkesan lebih mengutamakan mengisi jerigen yang dilakukan pada malam hari ketimbang kendaraan sepeda motor maupun mobil.

Siang hari tidak ada bensin, sampai bensin langkah, rupanya mereka main malam untuk mengisi pembeli dengan menggunakan jerigen.

“Saya duga pasti banyak pihak yang terlibat sampai-sampai terkesan semua menutup mata,” ujar Wanto, warga yang ingin mengisi BBM di SPBU karossa.

Wanto meminta kepada pemerintah, aparat kepolisian maupun Pertamina untuk melakukan penertiban atas ulah nakal oknum pengelola SPBU Pertamina di Karossa.

Hal senada dikatakan Supriadi mengaku kesal dengan sering langkanya BBM subsidi jenis Premium yang menurutnya sudah meresahkan.

“Ini mau nyari untung besar aja pengelolanya, sementara kami nggak kebagian bensinnya, janganlah kayak ini nyari makannya, jangan nyusahkan orang lain,” kesalnya.

Aksi ini tergolong nekat, karena tidak jauh dari lokasi SPBU, sekitar 100 meter terdapat kantor polisi.

Saat kondisi ini ditanyakan ke salah satu pemilik warung yang tidak jauh dari lokasi SPBU mengatakan, bahwa pengisian BBM menggunakan jerigen dalam jumlah banyak itu sudah sejak dari dulu.

Ditanya apa tidak ada pihak kepolisian di kecamatan Karossa melarang agar SPBU tidak melakukan pengisian menggunakan jerigen, pemilik warung mengaku anggota polisi sering datang ke SPBU namun entah ada teguran atau tidak kami tidak tahu pak.

Sementara itu, pemilik SPBU H. Dodi yang dikonfirmasi membantah prihal tersebut.

Ia mengatakan, tidak benar ada penjualan BBM jenis peremium larut malamke pengecer. Penyebabnya menurut dia adanya kelangkaan pasokan BBM dari depot Donggala yang mengakibatkan antrian larut malam.

Dirinya mengakui bahwa memang ada dilayani pembeli menggunankan jerigen namun mobil dan motor tetap diproritaskan.

“Mungkin besok sudah mulai normal pak, ujarnya.

Dodi menambahkan, biasa Kapolsek mengatur antrian kalau larut malam, bila pengiriman BBM datang, karena antriannya panjang,” ujar H Dodi. Minggu (8/4/2018).

SPBU Karossa Tutup.

“Untuk jenis Preminium selama ini memang kosong pak. Untuk Pertalite dan Solar normal”, tutupnya.

(toni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *