SPBU Lembang Disebut-sebut Curang dan Langgar UU Migas

Majene

Mapos, Majene – Salah satu stasiun pompa bahan bakar umum (SPBU) di Lingkungan Lembang Kelurahan Lembang Kecamatan Banggae milik H Nadjemiah yang dikontrakkan kepada H Nasri kembali berulah. Pasalnya, setelah sempat terbakar pada salah satu dispensernya tahun lalu, SPBU ini diduga kerap mendahukukan mengisi BBM ke jerigen ketimbang tangki kendaraan konsumen.

Hal yang lebih disayangkan, Selasa (12/6/2018) malam tadi, ketika pemudik tengah butuh-butuhnya bahan bakar, malah SPBU itu sengaja mematikan lampu.

“Kelakuan buruk SPBU malam ini (Selasa 12 Juni 2018) didapatkan oleh Personil Dishub Majene. Mereka matikan lampu SPBU seolah sudah tutup. Ternyata di dalam ada pengisian jerigen. Ini berbahaya bagi pemudik kehabisan BBM. Mari awasi bersama kecurangan,” ujar seorang wartawan senior Alimuhtar Rabu (13/6/2018).

Ia menyebut, petugas SPBU kerap mendahulukan pengisian jerigen ketimbang mengisi tangki minyak kendaraan masyarakat yang lagi mengantre.

Menurut Sekretaris Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Apkan) Provinsi Sulbar Fajar Soenoe, pengisian BBM premium oleh SPBU ke konsumen gunakan jerigen jelas melanggar peraturan yang sudah ditetapkan dan harus menjaga keselamatan bersama.

Pemerintah pusat katanya, telah menerbitkan Peraturan Presiden No 15 tahun 2012 tentang harga jual eceran dan pengguna jenis BBM tertentu, tidak terkecuali larangan SPBU tidak boleh melayani konsumen dengan menggunakan jerigen dan menggunakan mobil yang sudah dimodifikasi serta menjual ke pabrik-pabrik industri home atau rumahan dan industri untuk mobil-mobil bengko galian C (pasir-pasir).

‚ÄúPembelian BBM non subsidi pakai jerigen saja sudah melanggar apalagi mendahulukannya. SPBU ini telah melanggar aturan dan juga tidak safety. Belum lagi jerigen terbuat dari plastik. Bensin dapat terbakar karena panas. Baik itu panas knalpot, udara, dan api. Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2012 telah diatur larangan dan keselamatan. Peraturan itu menerangkan secara detail tentang konsumen pengguna. SPBU tidak diperbolehkan melayani jerigen. Tapi anehnya Pertamina terkesan tutup mata dan terindikasi melakukan pembiaran, yang penting minyaknya laku terjual ke masyarakat yang membutuhkan,” jelas Fajar Soenoe.

Salah seorang pengelola SPBU yang enggan dipublikasikan menyebut, pembelian jerigen punya aturan main tersendiri.

“Biasanya pembeli yang menggunakan jerigen memberi tip kepada petugas di dispenser SPBU sebanyak Rp3 ribu per jerigen. Ini masih murah ketimbang di Mamuju. Di sana bisa sampai Rp6 ribu hingga Rp8 ribu per jerigen,” sebut sumber yang mewanti-wanti agar namanya tidak disebutkan.

Menanggapi dugaan kecurangan yang diduga dilakukan oleh SPBU milik H Nadjemiah, Kapolres Majene AKBP Asri Effendy hanya berkomentar pendek.

“Oke pak… nanti kita patroli SPBU tersebut,” singka Kapolres Majene.

Sayangnya, penanggung jawab SPBU, Rubama belum berhasil dikonfirmasi pagi tadi.

(ipunk)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.