Soal Kube yang Diduga Fiktif, Apkan akan Bawa Sejumlah Saksi Melapor ke Polisi

  • 20 Des 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 508
Gambar Soal Kube yang Diduga Fiktif, Apkan akan Bawa Sejumlah Saksi Melapor ke Polisi

Mapos, Majene — Soal dugaan Kelompok Usaha Bersama (Kube) fiktif di Kabupaten Majene yang menjadi perhatian masyarakat rupanya masih berlanjut.

Oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara Republik Indonesia (Apkan RI) Provinsi Sulbar tetap bersikukuh mengusung persoalan Kube ke ranah hukum.

Ketua DPW Apkan RI Provinsi Sulbar Muhammad Arifullah, Jum’at (20/12/2019) menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Majene, Kamis 19 Desember 2019 kemarin.

Dalam pertemuan itu katanya, sejumlah dokumen terkait dugaan Kube fiktif dan dugaan tanda tangan palsu diberikan kepada polisi.

“Arahan dari Kasat Reskrim Polres Majene, supaya masyarakat yang merasa dirugikan segera membuat laporan resmi melalui SPKT dan oleh SPKT nantinya akan meneruskan ke Reskrim. Menurut rencana hari ini (Jum’at 20/12/2019) kita akan bawa para saksi mapun korban. Tapi, Pak Kasat sementara ke Mamuju untuk urusan dinas. Mungkin Senin baru kita ke Polres,” kata Arifullah.

“Namun, kita akan lihat dulu, apakah masuk dalam pelanggaran SOP atau murni pidana. Kita lihat dulu SOP nya seperti apa. Kalau, dugaan tandatangan palsu, ya pasti sudah pidana. Siapa saja yang dirugikan dalam hal ini silakan melapor ke Polres Majene. Ini masih dugaan loh ya,” kata Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Pandu Arief Setiawan seperti ditirukan Muhammad Arifullah.

Selain itu lanjut Arifullah, Apkan mendapati temuan baru yang didapat dari pengakuan masyarakat.

Temuan baru itu kata dia, oleh salah seorang masyarakat yang turut dalam Bimtek yang dilaksanakan oleh Dinsos Majene terkait penyaluran Bansos dana Kube belum lama ini mengatakan, bahwa dia disuruh oleh pihak Dinsos Majene untuk membuka rekening.

“Pada hal yang bersangkutan tidak tercatat sebagai anggota Kube manapun. Artinya, indikasi rekayasa kelompok sudah mulai terang benderang,” ungkap Arifullah.

Sementara itu, Camat Banggae Timur, Nadhla Bachiyt Fattah yang tak lain istri Kapala Dinas Sosial Kabupaten Majene, Ahmafia kepada wartawan melalui telepon genggamnya Kamis, (19/12/2019) turut menyesalkan beredarnya kabar Kube fiktif di Majene.

Karena menurut dia, semua Kube yang ada di wilayah Kecamatan Banggae Timur terlihat oleh camat.

Bahkan, dia menyinggung soal tanda tangan yang tidak diakui oleh Lurah Labuang Nurafifah Darwis, Sekretaris di salah satu kelurahan dan Kepala Seksi Umum yang juga di salah satu kelurahan, Nadhla Bachiyt Fattah mengatakan, kemungkinan ada kekeliruan dalam penulisan tanggal.

“Tapi kalau tanda tangan, pasti bukan palsu. Biasa dalam penulisan tanggal ada kekeliruan. Hal itu bisa dimaklumi,” ucapnya.

“Saya sekarang masih di Jakarta dan sepulang nanti akan saya panggil semua kelompok yang ada di wilayah Kecamatan Banggae Timur untuk klarifikasi,” imbuhnya.

“Bisa saja yang bersangkutan tidak masuk dalam Basis Data Terpadu (BDT) hingga kelompoknya dicoret dari daftar penerima bantuan. Klarifikasi dulu kepada Kepala Dinas Sosial,” pintanya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Majene, Ahmadia secara tegas membantah ada Kube fiktif yang diloloskan sebagai penerima Bansos dari pemerintah.

“Semua kelompok sudah diverifikasi oleh tim. Jadi, kita menganggap bahwa Kube yang direkomendasi tidak fiktif,” sebut Ahmadia.

Namun, dia tidak bisa memberi keterangan jelas soal dugaan rekayasa atau tanda tangan palsu dalam berita acara penggantian Kube di tingkat kelurahan.

“Yang punya kelompok itu di kelurahan, saya tidak tahu itu,” pungkasnya.

(ipunk)