SK Honorer K-2 Disorot

Majene

Mapos, Majene – Pemerintah Kabupaten Majene tengah berbenah dan menertibkan honorer kategori dua (K-2) untuk menjadi Pegawai Tidak Tetap Daerah (PTTD), sayangnya masih banyak kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memasukkan keluarga atau kerabatnya secara ‘siluman’.

Salah seorang anggota DPRD setempat Arwin Kamis (24/5/2018) menyorot K-2 ‘silimam’ yang diduga mencapai ratusan bahkan ribuan orangĀ  di SKPD.

Legislator asal PDI Perjuangan ini menyayangkan oknum kepala OPD yang seenaknya saja mengusulkan nama keluarga atau kerabatnya untuk mendapatkan SK bupati.

“Kami sudah mendapat laporan bahwa hampir semua SKPD memiliki honorer K-2 ‘siluman’. Dari data yang disampaikan oleh masyarakat, ada tenaga honorer K-2 yang sudah mengabdi hingga puluhan tahun malah belum mendapat SK bupati. Justru yang di SK-kan orang baru. Belakangan diketahui kalau yang bersangkutan iyalah keluarga pejabat atau masuk sebagai honor menggunakan ‘nota sakti’ pejabat. Tidak adil ini. Kasihan mereka yang tidak punya beking,” tegas Arwin.

Senada dengan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Apkan) Majene Masse Sarebong, dirinya mengecam perilaku nepotisme yang menjadi ruh reformasi dan sudah sejak dua puluh tahun silam diperjuangkan.

“Kasihan bagi yang sudah lama mengabdi kalau harus ‘disalib’ oleh orang baru,” katanya.

Dia berjanji akan melakukan investigasi ke sejumlah OPD pemilik honorer K-2.

“Kita akan ungkap semua biar terang benderang,” tegas Masse seraya berharap agar kepala OPD dan pejabat lainnya tidak serta merta merestui SK honorer yang baru mengabdi.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *