Setelah Dua Hari Terombang-ambing di Laut, Nelayan Ini Berhasil Ditemukan

0
170

Mapos, Mamuju – Dua hari dikabarkan hilang saat melaut. Nelayan asal Desa Laliko, Campalagian Kabupaten Polewali Mandar, akhirnya berhasil ditemukan di perairan Desa Amani, Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan oleh Basarnas Kabupaten Pinrang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mamuju Saidar Rahmanjaya, mengatakan, pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan ini tetap dilaksanakan sesuai SOP yang ada. Dengan memperluas area pencarian dan membagi tim yang terlibat di lapangan. Metode ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus, ombak dan arah angin serta pertimbangan-pertimbangan teknis dalam pelaksanaan operasi SAR.

“Tim SAR gabungan segera melakukan pencarian terhadap korban sesuai rencana yang telah ditentukan. Pada pukul 08.00 Wita posko induk Operasi SAR menerima laporan dari personil SAR Pinrang dan Tagana Kabupaten Pinrang bahwa ditemukan seorang nelayan hanyut pada posisi 2 kilometer dari perairan Desa Amani, Kecamatan Matirosompe, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan dengan radius 170° arah barat,“ jelasnya, Minggu (20/12/2020).

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Kata dia, nelayan tersebut terombang-ambing selama 2 hari setelah perahu yang ditumpanginya terbalik diterjang ombak saat melaut. Korban berhasil dievakuasi ke Mattiro Sompe untuk mendapatkan penanganan awal.

“Tim SAR gabungan tiba di lokasi penemuan di Desa Amani, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan pada pukul 09. 45 Wita. Langsung melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan korban dan mencocokan data-data korban,” katanya.

Setelah dilakukan pengecekan terhadap data korban, lanjutnya, diketahui korban yang ditemukan. Benar, pria nama Sangging, umur 43 tahun, seorang nelayan warga Desa Laliko, Campalagian kabupaten Polewali Mandar yang dilaporkan hilang sejak sabtu 19 Desember 2020.

“Setelah mendapatkan perawatan dari tim medis, Tim SAR Gabungan langsung mengevakuasi korban ke rumah korban di Desa Laliko,” tutupnya.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.