Serapan dan Capaian Anggaran di Kabupaten Majene Sangat Rendah

Majene

Mapos, Majene – Hasil evaluasi dan monitoring yang dilakukan oleh Badan Perencana Daerah (Bapeda) Kabupaten Majene terungkap bahwa penyerapan anggaran masih sangat rendah jika dibandingkan dengan capaian tahun lalu di triwulan yang sama.

Bupati Majene Fahmi Massiara mengungkapkan hal ini ketika memimpin rapat monitoring evaluasi dan pelaporan kegiatan pembangunan daerah Kabupaten Majene Triwulan I Tahun Anggaran 2018 di ruang Pola Kantor Bupati Majene Kamis (19/4/2018) kemarin.

Yang menjadi perlu mendapat perhatian serius kata Fahmi Massiara adalah dana alokasi khusus (DAK), dimana progres capaiannya nol persen. “Pada kesempatan ini saya mengingatkan kepada seluruh perangkat daerah untuk sedini mungkin mengambil langkah-langkah antisipasi terhadap adanya permasalahan yang menjadi kendala atas pelaksanaan kegiatan pembangunan tahun ini,”

Rapat evaluasi yang tengah dilaksanakan kata Fahmi, adalah upaya pemantauan progres kegiatan pembangunan yang dilaksanakan sepanjang triwulan pertama tahun ini sesuai amanah Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 yang dijabarkan kedalam Permendagri Nomor 86 tahun 2017 tentang tata cara perencanaan pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah, dengan harapan akan menjadi dasar pengendalian program dan kegiatan pembangunan, serta menjadi pertimbangan dalam rangka berkelanjutan pelaksanaan program dan kegiatan yang telah direncanakan sepanjang tahun 2018.

“Monitoring triwulan pertama merupakan inventarisasi awal program dan kegiatan tahun 2018 sekaligus untuk menget├áhui sejauh mana capaian pelaksanaan kegiatan pembangunan oleh masing-masing perangkat daerah. Informasi ini akan menjadi bahan evakuasi terhadap kelanjutan pelaksanaan kegiatan pembangunan triwulan berikutnya,” kata Fahmi.

Ia minta kepada semua pimpinan OPD agar membuat pelaporan tepat waktu baik pelaporan kegiatan yang sumber DAU, DAK dana tugas pembantuan, dana derkonsentrasi serta dana-dana lainnya. “Saya minta kepada semua OPD agar dibuat pelaporannya tepat waktu kepada bupati melalui Bapeda sebagai bahan laporan kepada gubernur dan kementerian dalam negeri,” ujar Fahmi.

Orang nomor satu di Kabupaten Majene ini juga menyampaikan pelaksanaan program kegiatan pembangunan sebagaimana telah ditetapkan dalam APBD Kabupaten Majene tahun 2018 tidak hanya berorientasi pada kegiatan semata, tetapi juga harus bisa diukur seberapa besar manfaatnya (outcomes), sehingga dapat mendorong aktifitas ekonomi masyarakat yang berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Majene umumnya.

“Terkait implementasi program dan kegiatan berorientasi outcome, saya ingin menekankan kepada Bapeda untuk mengambil langkah-langkah nilai eveluasi akuntabilitas kinerja, saya mengharapkan hasil eveluasi sakip Pemkab Majene tahun 2017 meningkat menjadi kategori B. Untuk itu kepada Bapeda agar segera melakukan langkah-langkah supervisi pendampingan pembenahan dokumen sakip perangkat daerah serta lakukan koordinasi dengan pihak evaluator Kemanpan RB. Saya tekankan kepada inspektorat, bagian ortala dan seluruh perangkat daerah untuk berpartisipasi aktif dalam proses pendampingan pembenahan dokumen sakip yang akan dibuat oleh Bapeda,” tegas Fahmi

Dia berharap, Bapeda dapat memberikan laporan atas kendala yang dihadapi termasuk perangkat daerah yang kurang maksimal mendukung upaya peningkatan nilai sakip Kabupaten Majene.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *