Sepasang Pasutri Nekat Menipu dan Gelapkan Uang Perusahaan Demi Bayar Utang

0
307

Mapos, Majene — Himpitan ekonomi kerap membuat seseorang berbuat pidana. Begitulah yang dialami sepasang suami istri (Pasutri) asal Kabupaten Polman.

Tersebutlah AJB alias Edi (37) bersama istrinya Rah (35) nekat menipu perusahaan dimana dia bekerja sebagai sales selama 20 tahun di perusahaan PT Mahameru Mitra Makmur.

Pasutri warga Lingkungan Ujung Baru, Kelurahan Sidodadi Kecamatan Wonomulyo,   Kabupaten Polman ini ditangkap polisi berdasarkan laporan LP/B/ 96 /VIII/2021 / SPKT / POLRES MAJENE / POLDA SULBAR, Tanggal 05 Agustus 2021.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Kapolres Majene AKBP Febryanto Siagian dihadapan wartawan di Mapolres Majene, Kamis (2/9/2021) menceritakan ihwal  pelaku menjalankan aksinya.

Bermula tersangka AJD menagin pada seluruh langganan PT Mahameru Mitra Makmur di Pasar Sentral Majene dengan jalan menyuruh dan menyerahkan nota-nota tagihan ke Rah.

“Dari hasil tagihan sebesar Rp 259.816.486 (dua ratus ima puluh sembilan juta delapan ratus enam belas ribu empat ratus delapan puluh enam rupiah) mereka bawa pergi ke Kabupaten Toli-toli Sulawesi Tengah. Pada tanggal 13 Agutus 2021, Rah kembali ke rumah di Tinambung Polman dan tanggal 21 Agustus 2021 Rah bersama AJD mengembaikan sisa uang tagihan ke PT. Mahameru Mitra Makmur sebesar Rp 45 000 000,- (empat puluh lima juta rupiah). Merasa ditipu, akhirnya pihak perusahaan melaporkan tersangka ke SPKT Polres Majene,” beber Febryanto Siagian.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan, sisa uang hasil tagihan yang sudah dibelanjakan yakni satu unit handphone merek Vivo Y12s warna biru seharga Rp1,7 juta, satu unit handphone merek Oppo A5 warna biru seharga Rp2,3 juta, 230 Pcs Paseo Smart facial travel pack 50 S GT, dengan jumlah Rp776.160,-

“Berdasarkan audit pihak perusahaan, PT Mahameru Mitra Makmur mengalami kerugian sebesar Rp 214 816 486 (dua ratus empat belas juta delapan ratus enam belas nbu empat ratus delapan puluh enam rupiah),” ungkap Kapolres Majene.

Tersangka dijerat tindak pidana Penggelapan Dalam Jabatan, sebagaimana dimaksud dalam Pasai 374 atau Pasal 372 KUH Pidana, dengan ancaman kurungan penjara selama 5 tahun.

“Sedangkan kepada Rah dikenakan Pasal 372 atau Pasal 378 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUH Pidana, dengan ancaman hukuman penjara juha selama 5 tahun,” tutup AKBP Febryanto Siagian.

Kepada wartawan, tersangka mengaku nekat menjalankan aksinya lantaran terlilit utang.

(fjr/red)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.