Seorang Siswa Ungkap Video Kekerasan di SMK Kelautan Majene

Peristiwa

Mapos, Majene – Dunia pendidikan lagi-lagi tercoreng. Kali ini kejadiannya di SMK 3 Kelautan Pamboang, Majene.

Dalam rekamam video tersebut memperlihatkan empat siswa asal Kota Majene, Majene sedang dipukuli.

Dalam video berdurasi 1.05 menit (berpakaian sekolah kelautan) itu memperlihatkan beberapa siswa senior sedang memukuli siswa yuniornya secara bergilir. keempat siswa yang dipukuli dalam kondisi berdiri berjejer di depan kelas.

Selanjutnya, pada video yang kedua (berpakaian training) berdurasi 0.15 detik, terlihat seorang senior memukuli yuniornya yang berjumlah tujuh orang.

Bak berlagak berkuasa, siswa senior dengan mudahnya menghujani pukulan dan tendangan kepada beberapa siswa yunior.

Rekaman video itu diperkuat dengan pengakuan salah seorang siswa kelas 2 SMK 3 Kelautan bernama Zulfadli.

Zulfadli mengakui bahwa kejadian kekerasan itu terjadi di SMK 3 Kelautan Pamboang, tempatnya dulu menimba ilmu, sebelum ia dikeluarkan dari sekolah itu.

Kini video tersebut telah ditangani oleh Polres Majene.

Kapolres Majene AKBP Asri Effendy melalui Kasat Reskrim Polres Majene AKP Syaiful Isnaini, Rabu (31/10/2018) menyebut, sekitar pukul 11.00 Wita satuan Reskrim dan satuan Intelkam Polres Majene mendatangi sekolah itu di Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene.

“Kedatangan kami kesana untuk melakukan penyelidikan terhadap video penganiayaan siswa junior SMK 3 Majene, yang diduga dilakukan oleh siswa senior,” sebut AKP Syaiful Isnaini.

Adapun dasar penyelidikan yang dilakukan pihaknya, kata dia yaitu, menindaklanjuti berita yang ditayangkan oleh portal mamujupos.com, Rabu (31/10/2018).

Dalam penyeldidikan itu, lanjut AKP Syaiful Isnaini, polisi mengumpulkan dan mencari alat bukti berupa video kekerasan tersebut.

“Kami mendatangi TKP video dan melakukan interogasi awal terhadap kepala sekolah atas nama Gazali Zakaria, serta mengumpulkan barang bukti atau petunjuk lain yang berhubungan dengan video penganiayaan tersebut,” beber AKP Syaiful Isnaini.

Ia berharap agar kekerasan tidak lagi mewarnai dunia pendidikan, apalagi Kabupaten Majene adalah kota pendidikan di Sulbar.

Foto/Istimewa.

Sementara itu warganet menyayangkan aksi kekerasan terjadi di sekolah itu.

@Rembukan Alang : Bahaya Kalau bgini caranya

@AL : Jgn di biarkn ini penganiayaan namay harus di tindak tegas jgn sampai terulang lg

@Herman Eman : Polisi harus mengusut tuntas peristiwa ini, karena dalam peristiwa ini mengandung beberapa kasus.
– pemukulan
– di paksa sholat duhur 2kali dan di lapangan terbuka.
– mabuk pengaruh kecubung.
Kami berharap Polisi swrous menuntaskan peristiwa pemukulan ini

@Amiluddin Munir : Iya ini bukan pengajaran melainkan penganiayaan, dn harus ditindak tegas oleh aparat hukum..

(toni)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.