Seorang Remaja Diperkosa di Ruang ICU Rumah Sakit

Internasional

Mapos, India – Seorang remaja di India mengalami perkosaan secara beramai-ramai. Perkosaan terjadi di ruang unit gawat darurat atau ICU sebuah rumah sakit swasta di Uttar Pradesh, India, pada Sabtu, 3 November 2018. Dikutip dari Tempo.co.

Korban yang identitasnya tidak dipublikasi adalah pasien ICU yang telah di rawat di rumah sakit selama lima hari karena digigit seekor ular ketika sedang bekerja di sawah milik keluarga. Pelaku perkosaan adalah seorang pegawai rumah sakit dan empat rekannya.

Korban saat kejadian adalah satu-satunya pasien di ruang ICU tersebut. Kepolisian telah mengajukan gugatan kepada staf rumah sakit itu dan empat rekannya. Rekaman CCTV di ICU pun telah diamankan oleh Kepolisian.

“Dia (korban) baru menceritakan kejadian perkosaan ini setelah dia dipindahkan ke bangsal umum. Kasus ini sudah didaftarkan secara hukum dan penyelidikan sedang dilakukan,” kata anggota senior Kepolisian, A. Singh.

Dikutip dari ndtv.com, Minggu, 4 November 2018, korban mengatakan kepada neneknya ada seorang laki-laki dengan pakaian seragam dan empat orang lainnya berjalan masuk ke ruang ICU saat korban sendirian pada malam hari. Para pelaku kemudian mencoba memberikan sebuah suntikan kepada korban, namun mendapat perlawanan.

Para pelaku lalu mengikat kedua tangan korban, menyumpal mulutnya dan melakukan perkosaan. Cerita korban ini segera membuat nenek korban geram dan mengadukan pada para dokter akan peristiwa perkosaan yang dialami cucunya. Otoritas rumah sakit lalu menelepon polisi.

Dua pekan sebelum kasus perkosaan di ruang ICU ini terjadi, seorang petugas bangsal rumah sakit dan seorang mahasiswa kedokteran ditahan karena memperkosa seorang mahasiswa perawat berusia 17 tahun. Perkosaan terjadi pada malam hari dan saat korban sendirian.

Ilustrasi

Kepolisian menceritakan, korban diajak pelaku ke ruang gawat darurat dengan alasan ingin melakukan sejumlah tes. Namun yang terjadi, korban dibius dan dilakukan perkosaan.

(*)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.