Sengketa Lahan di Baras Kembali Mencekam

Peristiwa

Mapos, Pasangkayu – Sengketa lahan antara masyarakat dan perusahan PT Unggul Widya Teknologi Lestari di Afdeling Baribi, Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat kembali memanas.

Ketegangan kembali terjadi setelah pihak PT. Unggul melakukan pemutusan akses jalan tani dengan menggunakan alat berat dengan memutuskan akses jalan tani yang juga sebagai jalan alternatif penghubung antara Kecamatan Baras dan Kecamatan Duripoku. Sebanyak 15 titik jalan tani digali oleh pihak perusahan dibawah pengawalan ketat polisi bersenjata lengkap.

Sengketa lahan yang terjadi sejak 4 tahun terakhir ini yang melibatkan pihak PT. Unggul Widya Lestari dan masyarakat di dua desa yakni Desa Towoni dan Desa Sipakainga hingga kini tak kunjung usai.

Haris, warga Desa Sipakainga mengatakan, akses jalan tani yang dirusak oleh pihak perusahan adalah jalan alternatif penghubung antar dua kecamatan. Dimana jalan itu adalah jalan alternatif yang digunakan warga untuk mengakses keluar masuknya hasil kebun mereka menuju ke ibukota Desa Sipakainga hingga membuat akses jalan mereka menjadi lumpuh.

“Tidak ada koordinasi dari pihak pemerintah mamupun warga setempat. Secara sepihak PT. Unggul memutuskan jalan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Kades Sipakainga Muh. Syukur mengakui jalan tersebut sebagai jalan alternatif penghubung antar desa dan kecamatan yang sering digunakan warga.

“Jalan ini sering dilalui warga sebagai jalan alternatif menuju Kecamatan Baras. Dengan diputuskannya jalan itu, aktifitas warga yang mayoritas petani lumpuh, bahkan jalan yang diputuskan sepihak oleh PT. Unggul adalah jalan yang dibiayai oleh warga karena digunakan sebagai jalan tempat mengangkut hasil tani dari kebun warga,” pungkasnya.

Lantaran kesal dengan sikap perusahan, ratusan warga membubuhkan tanda tangan sebagai aksi protes. Rencananya hasil tanda tangan itu akan dilayangkan ke Pemda Kabupaten Pasangkayu.

(joni)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.