Satu Personel Polres Metro Mamuju Dipecat Tidak Hormat

Mamuju

Mapos, Mamuju – Satu personel Polres Metro Mamuju dijatuhi hukuman berupa pemecatan dengan tidak hormat (PTDH) karena terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan meninggalkan tugas selama berbulan-bulan.

“Seorang kita PTDH, berpangkat Bripka berinisial AH. Anggota ini terbukti melakukan pelanggaran, desersi berbulan-bulan,” ujar Kapolres Metro Mamuju, AKBP Mohammad Rivai Arvan usai memimpin upacara PTDH di lapangan Mapolres Metro Mamuju, Senin (30/7/2018).

Menurut Rivai, PTDH ini merupakan keputusan yang dilematis, karena saat ini Polri masih kekurangan personil. Disisi lain PTDH ini diperlukan agar menjadi contoh bagi personil lainnya, bahwa Polri akan memberikan tindakan tegas / Punishment kepada personil yang melakukan pelanggaran disiplin maupun pidana.

“Ini adalah keputusan yang dilematis buat kami (Polri,red), kita sangat kekurangan personil. Dilain itu pula ini sebagai contoh bagi yang lainnya,” ujarnya.

Bripka AH diberhentikan tidak dengan hormat sesuai dengan skep Kapolda Sulbar Nomor : SKEP / 144 / VI / 2018, karena telah meninggalkan tugas secara tidak sah lebih dari 30 hari secara berturut-turut. Selain itu, AH juga telah enam kali melakukan pelanggaran disiplin selama bertugas di Polres “Metro’ Mamuju.

Sedangkan Personil yang berprestasi, kata Rivai, akan diberikan reward / penghargaan agar dapat memacu kinerja dan sebagai bentuk apresiasi pimpinan kepada personilnya yang telah melaksanakan tugas dengan baik.

Rivai juga menghimbau kepada seluruh personil bahwa penyesalan datangnya setelah kejadian, untuk itu, ingatlah orang tua dan keluarga agar kita dapat terhindar dari hal-hal yang dapat menjerumuskan kita kepada perbuatan negatif. Jaga nama baik pribadi, keluarga dan Institusi Polri yang kita cintai ini dalam kehidupan sehari-hari.

Rivai menyampaikan, agar seluruh personil Polres “Metro” Mamuju agar selalu menjaga etika moral dan perilaku yang baik dilingkungan tempat tinggal maupun dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sebagai anggota Polri. Dan tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas kepada oknum yang menciderai nama baik Polri.

Ditegaskan, Polres Metro Mamuju tidak akan melindungi oknum polisi “nakal”, karena sebagai aparat harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

Kapolres Metro Mamuju, AKBP Mohammad Rivai Arvan pimpin upacara PTDH.

“Kedepan, kita berupaya optimal dalam meminimalisasi kesalahan para anggota, demi memberikan pelayan yang baik kepada masyarakat,” kata Rivai.

(usman)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.