Sapriadi, Penderita Kebocoran Ginjal Butuh Uluran Tangan, Maukah Anda?

Kesehatan

Mapos, Mamuju – Sapriadi, pemuda berusia 15 tahun, mengalami kebocoran ginjal.

Anak keenam dari pasangan suami istri Bahtiar (Almarhum) dan Rahma Wati (35) ini mengalami pembengkakan seluruh tubuh.

Warga Majene ini pun harus rutin menjalani pengobatan di Rumah Sakit Mitra Manakarra Mamuju.

Meski biaya pengobatan ditanggung menggunakan BPJS, terkadang Rahma tetap harus merogoh kantongnya untuk membeli salah satu resep dokter (obat).

Obat tersebut kadang tidak ada di apotek Rumah Sakit.

”Ada satu obat lagi yang belum dapat kami tebus karena tidak ada uangnya,” ujar Rahma dengan dengan nada lirihnya.

Pembengkakan pada tubuh Sapriadi terjadi awal September 2017. Sapriadi pernah di rawat di RSUD Majene selama dua bulan. Orangtuanya meminta keluar karena selama dalam perawatan, Sapriadi tidak mengalami perubahan.

”Seluruh badan Sapriadi bengkak, bahkan matanya pun tertutup akibat pembekakan tersebut. Kami awalnya tidak tahu jika ginjal Sapriadi bocor, masih dibawa periksa,” katanya.

Tidak ada perubahan selama pengobatan di RSUD Majene. Rahma membawa anaknya ke Rumah Sakit Mitra Manakarra.

”Saat dirawat itu dilakukan pengecekan darah dan rontgen. Hasil rontgen itulah diketahui anak saya terkena pembocoran ginjal,” papar Rahma.

Dokter di RS Mitra Manakarra menyarankan agar anaknya segera di operasi.

Saat ini, Sapriadi masih menjalani perawatan medis di RS Mitra Manakarra. Besar harapan orang tua Sapriadi agar ada dermawan yang dapat membantu dirinya.

Sapriadi, pengidap kebocoran ginjal, menunggu bantuan masyarakat untuk sembuh.

“Yang saya pikirkan, biaya operasi dari mana. Saya hanya penjual kue dengan hasil yang cukup untuk makan saja,” urainya dengan nada lirih.

(fitri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *