Sandi Dilarang Kultum, Hajrul Malik: Tidak Perlu Berlebihan

Peristiwa

Mapos, Mamuju – Adanya larangan dari panitia Masjid Syuada Mamuju agar Sandiaga Uno tidak memberikan kultum di Masjid Syuada Mamuju ditanggapi Ustadz Hajrul Malik yang juga Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo-Sandi wilayah Sulawesi Barat.

Hajrul mengatakan, tidak perlu berlebihan seperti itu. Memang tidak ada agenda Sandi membawakan kultum.

“Tapi mengumumkan di depan jamaah itu tidak etis. Hargailah tamu,” kata Hajrul.

Hajrul mengatakan, sangat disayangkan sekali ada penolakan, tidak boleh kultum.

Hajrul menyesalkan, pelarangan itu langsung disampaikan oleh ketua pembangunan Masjid Syuada, yang juga Ketua Tim Pemenangam Jokowi-Ma’ruf wilayah Sulawesi Barat, Ramli Abdullah.

“Sandi tidak akan kultum kalau bukan permintaan dari jamaah itu sendiri,” kata Hajrul.

Mungkin jamaah ingin mendengar suaranya Sandi.

“Toh, kita tahu bahwa kedatangan Sandi ke Mamuju bukan kampanye. Tapi ingin bersilaturahmi kepada masyarakat di Mamuju,” ujarnya.

Sebelumnya memang, tim telah berkoordinasi ke Bawaslu dan Kepolisian. Bawaslu sendiri tidak melarang Sandi membawakan kultum di masjid asal tidak kampanye.

“Memang dari awal, kami dari tim Prabowo-Sandi memang tidak mengagendakan itu. Hanya disayangkan, penolakan itu terlalu bagaimana begitu,” kata Hajrul.

Sandiaga Uno.

“Kita ambil hikmahnya saja, dengan seperti itu maka jamaah dan masyarakat yang melihat itu semakin menarik simpati ke Sandi,” kunci Hajrul. Sabtu (3/11/2018).

(toni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...