“Sahabat 95 Berbagi” Kembali Sambangi Yunus dan Herman

Mamuju

Mapos, Mamuju – “Sahabat 95 Berbagi” didampingi Bhabinkamtibmas dan Kepala Desa Saletto mengunjungi kediaman Yunus, penderita asma dan lumpuh selama tiga tahun ini.

Selain itu, juga mengunjungi keluarga Herman, penderita busung lapar.

Dari kunjungan kemanusiaan itu, “Sahabat 95 Berbagi” memberikan bantuan sembako dan biaya kehidupan kepada keluarga Herman dan Yunus.

Rencananya siang ini Kamis (20/9/2018), Yunus, warga Dusun Saletto, Desa Saletto, Kabupaten Mamuju ini akan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sulbar untuk mendapatkan penanganan medis.

“Bapak sudah 3 tahun lebih sakit, tidak bisa jalan. Buang air kecil saja harus digendong,” ujar Hasania istri Yunus kepada mamujupos.com, Rabu (19/9/2018) pukul 21.00 Wita.

Hasania mengatakan, selama suaminya sakit, dirinya berperan sebagai kepala keluarga. Untuk menghidupi ketiga anaknya, ia bekerja sebagai pembuat tusuk sate dengan penghasilan Rp10 ribu/hari.

Yang paling menyayat hati, keluarga Yunus ini tak pernah mendapatkan bantuan beras sejahtera (Rastra) dari pemerintah. Nama keluarga ini tidak terdata dalam PKH. Padahal, Yunus termasuk dalam kategori tidak mampu.

Keluarga kecil ini bertahan hidup dari hasil jerih paya sang istri selama tiga tahun terakhir ini.

Terkadang keluarga kecil ini dibantu oleh saudara Hasania yang sering kali membawakan rezeki untuk kehidupan Yunus dan keluarga.

“Kadang sekali-kali, saudara saya datang bawa uang untuk pembeli beras, walaupun sedikit tetap kami syukuri,” ujarnya dengan nada sedih.

Hasania bercerita, terkadang dirinya dan keluarga tidak menyentuh nasi selama 2 hari. Hanya air putih yang ia komsumsi, terkadang juga mie instan 2 bungkus dimakan sekeluarga.

Sebelum jatuh sakit, Yunus bekerja sebagai tukang kayu (somel). Dari penghasilannya itu cukup untuk menghidupi keluarga kecilnya hingga pendidikan anak-anaknya.

Yunus bersama Kades Saletto, Bhabinkamtibmas dan sahabat 95 berbagi.

Namun setelah Yunus jatuh sakit, Hasanialah yang berperan aktif. Kadang tetangga pun datang menjenguk dan memberikan bantuan serta support.

“Kami syukuri rezeki apa yang diberikan Tuhan kepada saya dan keluarga,” tutur Hasania.

Hasania berharap, suaminya bisa cepat sembuh dan bisa membantu menopang kembali kebutuhan keluarganya.

Ia juga berharap bantuan dari para dermawan.

“Sekecil apapun bantuan itu, saya dan keluarga sangat berterima kasih. Semoga Tuhan membalas semua kebaikan itu,” kunci Hasania.

Hasania dan Nia (istri Herman) juga berterima kasih kepada Kepala Desa Saletto, Abd. Ahmad dan Bhabinkamtibmas Aipda Hamid. L yang membantu dan meringankan beban keluarganya.

Keluarga Herman, penderita busung lapar.

“Saya dan keluarga sangat berterima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan oleh Kepala Desa dan Bhabinkamtibmas. Semoga Tuhan membalas semua kebaikan yang diberikan,” tutupnya.

(usman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *