Safari Jurnalistik 2018, PWI Pusat Sambangi Kota Mamuju

Mamuju

Mapos, Mamuju – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bekerjasama dengan PWI Sulbar dan didukung oleh Astra menggelar Safari Jurnalistik 2018 di kota Mamuju, tepatnya di hotel d’Maleo, jalan Yos Sudarso, Kabupaten Mamuju, Sulbar, Jumat (14/9/2018).

Kegiatan tersebut diikuti oleh wartawan muda, madya dan utama yang tergabung dalam PWI Sulbar.

Safari jurnalistik di Mamuju merupakan bagian dari rangkaian kegiatan PWI pusat diberbagai kota di indonesia diantaranya, Riau, Pekanbaru dan Sulawesi Barat, Mamuju.

Adapun yang hadir pada pembukaan safari jurnalistik diantaranya, Gubernur Sulbar, Sekjen PWI Pusat, Astra group, Perwakilan Polda Sulbar, PWI Sulbar, AJI dan IJTI.

Dalam sambutan, Ketua PWI Sulbar, Naskah M Nabhan mengatakan, wartawan perlu mengembangkan kearifan lokal dalam menjalani profesinya.

“Wartawan harus bisa fokus dalam menjalani profesinya, meskipun belum sejahtera. Selain itu, wartawan harus berani untuk menghadapi segala permasalahan,” kata Naskah.

Selain itu, lanjut Naskah, Sertifikat Kompetensi Wartawan serta UKW dirasa perlu dan verifikasi media.

“Sertifikasi Kompetensi Wartawan dan UKW dirasa perlu, selain itu merupakan program dari PWI Pusat,” sambungnya.

Sementara itu, perwakilan PWI Pusat Hendry mengungkapkan program safari jurnalistik untuk meningkatkan kompetensi, pemahaman, dan kesadaran bagi wartawan.

“Sesuai tagline, profesional, berawawasan, dan beretika, wartawan tidak hanya memahamai dan mengetahui pekerjaan rutin, tapi juga diberi wawasan berbagai hal,” katanya.

Dia menambahkan, materi uji kompetensi sengaja dimasukkan ke acara safari jurnalistik.

Hal itu dikatakanya sebagai salah satu alat ukur untuk standarisasi wartawan di Mamuju.

Pasalnya, ukuran pengalaman bekerja sebagai wartawan tidak serta merta menentukannya sebagai pemimpin media atau redaktur (dalam media cetak).

“Maka harus diuji kompetensinya dulu dengan berbagai kapastitas, materi, dan peningkatan berprofesi sebagai wartawan,” ungkap dia.

foto/istimewa

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar dalam sambutannya mengatakan, pejabat jangan alergi dikritik, anggapkah semua itu adalah ibadah.

“Saya suka dikritik karena itu adalah ibadah untuk bangkit dan membangun,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, teruslah berkarya jangan pernah ragu untuk menulis demi kebenaran.

“Terus berkarya, jangan ragu menulis untuk kebenaran,” sebutnya.

Selain itu, ia menjelaskan, peran dari media adalah memberikan informasi yang benar dan akurat serta mendidik, seyogyanya pemberitaan kontrol baiknya dilakukan secara konfirmasi.

“Peran media adalah memberikan informasi yang benar, akurat serta mendidik,” tutup Ali Baal.

(usman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *