Safari Jurnalistik 2018 PWI, ABM: Pejabat Jangan Alergi Dikritik

Mamuju

Mapos, Mamuju – Safari Jurnalistik yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dimaksudkan untuk meningkatkan ketrampilan dan profesionalitas wartawan di daerah.

Tahun 2018 akan ada 10 kota di Indonesia yang dikunjungi PWI Pusat untuk menggelar Safari Jurnalistik.

Demikian diungkapkan Hendric, Sekjen PWI Pusat pada pembukaan Safari Jurnalistik di Mamuju, Jumat (14/9/2018).

Safari Jurnalistik ini bekerjasama PWI Pusat dengan PWI Sulbar dan didukung oleh Astra.

Adapun peserta safari jurnalistik sebanyak 45 orang berkompetensi wartawan muda, Madya dan utama dari PWI Sulbar.

Selain itu, materi dari safari jurnalistik adalah “Sertifikasi Wartawan dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW), Melangkah Maju Bersama Indonesia, Mengenal Jurnalisme Investigasi, Kode Etik Jurnalistik, dan Teknik Penulisan Feature”

Hendric mengatakan, saat ini di masyarakat banjir informasi melalui media sosial. Sehingga kompetensi wartawan perlu ditingkatkan agar wartawan tetap dipercaya masyarakat.

“Berdasarkan Undang-undang Nomor 40/1999, pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial,” kata Hendric.

Sementara itu, Ketua PWI Sulbar, Naskah M Nabhan mengatakan, wartawan perlu mengembangkan kearifan lokal dalam menjalani profesinya.

“Wartawan harus bisa fokus dalam menjalani profesinya, meskipun belum sejahtera. Selain itu, wartawan harus berani untuk menghadapi segala permasalahan,” kata Naskah.

Dihadapan para tamu undangan, Naskah mengatakan, organisasi yang diakui oleh dewan pers adalah PWI, AJI dan IJTI.

“Organisasi yang diakui oleh dewan pers adalah PWI, AJI dan IJTI,” ujar Naskah.

Naskah juga menyampaikan bahwa anggota PWI Sulbar berjumlah 45 orang dan hanya dua orang yang belum ikut kompetensi wartawan, sisanya telah berkompetensi.

“45 anggota PWI Sulbar, dua orang yang belum berkompetensi dan sisanya telah berkompetensi,” kata Naskah.

Safari jurnalistik 2018 ini turut pula dihadiri oleh Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar sekaligus membuka kegiatan safari jurnalistik.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar mengingatkan kepada semua pejabatnya untuk tidak alergi terhadap kritikan.

“Pejabat jangan alergi dikritik. Peran wartawan dalam pembangunan di Sulbar sangat penting,” ujarnya.

ABM, sapaan akrabnya mengatakan, pejabat yang alergi dikritik perlu dipertanyakan kinerjanya.

“Biasanya pejabat yang alergi dikritik perlu ditelusuri kinerjanya, apa sesuai atau tidak,” sebut ABM

ABM juga berharap agar tiap tiga bulan sekali dilakukan pertemuan silaturahmi dengan wartawan.

foto/istimewa

“Saya berharap tiap tiga bulan sekali, kita lakukan pertemuan silaturahmi untuk membahas kondisi daerah kita,” aku ABM.

(usman)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.