Saat Dikonfirmasi, Ini Jawaban Mengejutkan Penjabat Kades Taan

Berita Utama

foto : Syawal Murtalib Penjabat Kades Taan. 

Mapos, Mamuju – Penjabat Kepala Desa Taan, Syawal Murtalib, memberikan respon tidak terduga saat dikonfirmasi wartawan soal papan proyek makam yang dipermasalahkan warganya sendiri. Sabtu (13/1/2018).

Syawal justru terkesan acuh dan mengajak diskusi yang bukan menjadi inti isu. Dengan gaya santai dan mimik tegang, Sekcam Tapalang ini sering balik bertanya hal-hal tidak krusial.

Konfimasi yang dilakukan bertujuan untuk mencari benang merah dari keluhan warga Taan. Khususnya terkait proyek pembangunan pagar Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang bersumber dari Dana Desa (DD). Pekerjaan itu tidak memilik papan keterangan proyek, sehingga memunculkan berbagai dugaan.

Syawal Murtalib menegaskan bahwa papan proyek pembangunan pagar itu ada namun belum dipasang. Untuk memastikan, katanya, bisa dicek langsung di percetakan.

”Siapa bilang tidak ada papan proyeknya? Tanyakan disana saja dipercetakan. Pasti ada dan memang belum dipasang,” hardik Syawal.

Saat ditanya soal pekerjaan pagar TPU itu, Syawal justru balik bertanya.

”Apa perbedaan swakelola dengan swadaya? Itu disana kan swakelola. Silahkan tanya panitia teknisnya. disana ada sekretaris desa, ada Bendahara desa,“ kata Syawal.

Setelah tidak jelas keterangan yang diberikan, Syawal pun akhirnya menyebutkan bahwa dana untuk
pembangunan TPU sebesar Rp20 juta yang bersumber dari DD 2017. Dia pun mengaku tidak tahu menahu jumlah panjang pagar yang dikerjakan.

”Silahkan ke Taan, bawa meteran dan ukur. Saya tidak tahu panjangnya berapa. Yang pasti barang itu masih sementara dikerjakan,” tutur Syawal.

Melihat keadaan menjadi “tidak sehat’, upaya konfirmasi pun dihentikan.

Hal yang sama juga dialami salah satu LSM TP21 Tipikor saat melakukan konfirmasi kepada penjabat Desa Taan.

Menurut Hamma. S, dalam upaya melakukan konfirmasi terkait persoalan ini, penjabat Desa Taan sempat melawan dengan nada kurang bersahabat dengan bahasa yang tidak sopan, layaknya tidak menghargai mitra kerja.

“Saya datang untuk melakukan konfirmasi terkait papan proyek (plank) yang tidak terpasang, namun penjabat Desa Taan ini yang diketahui bernama syawal Murtalib ini melawan dengan nada kurang bersahabat dan dengan bahasa yang tidak sopan,” terangnya.

(maman) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *