Revolusi Hijau dan Biru Fahmi-Lukman Sebagai Indikator Penekan Inflasi Daerah di Sulbar

0
77

Mapos, Majene — Dalam acara Seremonial Penyerahan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Awards 2020 di Multi Function Room D’Maleo Hotel Mamuju, Kamis 26 November 2020 kemarin terungkap bahwa melalui visi dan misi Pemerintahan Fahmi-Lukman yaitu program Revolusi Hijau dan Biru merupakan salah satu faktor sehingga inflasi daerah dapat ditekan.

Diketahui, TPID Awards merupakan penghargaan dari Presiden RI dan menjadi dambaan setiap daerah di Indonesia dan Kabupaten Majene sebagai salah satu daerah penerima penghargaan itu.

Dirilis oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Majene, Jum’at (27/11/2020), seharusnya penyerahan piala tersebut dilakukan bersamaan saat pelaksanaan rakornas TPID di Jakarta, namun karena masa pandemi covid-19, sehingga acara dilakukan secara virtual.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Pjs Bupati Majene H.M Natsir mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, Bank Indonesia beserta seluruh jajarannya yang telah mendampingi TPID kabupaten Majene.

Ia berharap kedepan, TPID Majene kembali berinovasi tidak hanya pada sektor pertanian tetapi juga berkembang disektor lain, sebagai upaya pemulihan dan penguatan ekonomi pada umumnya di Sulbar dan khususnya di Majene.

“Penghargaan ini adalah stimulan agar dapat memberikan kinerja yang lebih baik lagi dan yang penting masyarakat merasakan dampak positif dan nyata dari program kegiatan yang dilaksanakan,” sebut Natsir.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Barat, Budi Sudaryono juga mengucapkan selamat kepada TPID Majene .

Menurut Budi Sudaryono, program pengembangan kluster bawang merah menjadi instrumen penting dan sangat strategis dilakukan pemerintah Kabupaten Majene.

“Bukan hanya mampu memproduksi bawang merah dengan lonjakan lima kali lipat sejak 2017 – 2019, selain itu, Majene menjadi wilayah tertinggi di Sulbar serta termasuk menyumbang inflasi deflasi di Sulbar,” ucap Budi Sudaryono,

Dikatakan, sejak Majene menjadi sentra pengembangan bawang merah pada tahun 2017 terjadi lonjakan produksi hingga 2019, bahkan 5 kali lipat jumlah tertinggi di Sulbar.

Selain pengembangan sentra bawang merah yang menjadi kunci sukses keberhasilan TPID Majene katanya, juga fokus pada visi dan misi pemerintahan di era Fahmi Massiara yaitu program Revolusi Hijau dan Biru yang dijabarkan melalui efektifitas pemanfaatan lahan kering untuk pemberdayaan petani termasuk penanaman bawang merah.

Acara tersebut juga turut di hadiri Asisten Deputi Kemenko Perekonomian Ferry Irawan, para pejabat BI Sulbar, Kepala Bapeda Majene Adlina Basharoe bersama Bidang Ekonomi Kerakyatan.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.