Remaja Masjid Butuh Perhatian Pemerintah

Majene

Mapos, Majene – Perkemahan Islam (Islamic Camp) yang diinisiasi oleh Remaja Masjid Nuruttamam Tamo di Lingkungan Tamo Kelurahan Baurung Kecamatan Banggae Timur butuh support dan dukungan pemerintah khususnya pihak Kemetrian Agama Kabupaten Majene.

Salah seorang dewan pengawas Remaja Masjid Nuruttamam Tamo, Suhardi mengatakan, remaja masjid adalah perkumpulan pemuda masjid yang melakukan aktivitas sosial atau ibadah di lingkungan sebuah masjid.

“Kegiatan ini adalah inisiatif dari remaja masjid Nuruttamam Tamo yang diikuti oleh beberapa remaja masjid seperti remaja Masjid Ikram Nur Konja, remaja Masjid Darul Muttaqin Simullu dan remaja Masjid Nuruttamam Tamo selaku pelaksana,” kata Suhardi Minggu (13/5/2018).

Perkemahan Islam katanya sengaja dibuat untuk mempererat tali silaturahim antar remaja masjid dan juga sebagai bekal memasuki bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi akan dilaksanakan.

“Kita laksanakan di Pullaewa selama 3 hari. Selama kegiatan ada materi-materi yang diberikan kapada peserta diantaranya materi memakmurkan masjid lewat gerakan literasi, keorganisasian remaja masjid, bahaya narkoba bagi remaja, cara dan praktik memandikan jenazah, puasa dan zakat, pembinaan akhlak serta materi remaja masjid proaktif,” kata Suhardi.

Sementara disinggung soal sumber dana atas kegiatan tersebut, Suhardi mengatakan semuanya bersumber dari swadaya. “Swadaya dari teman-teman tanpa bantuan dari pihak mana pun,” ungkapnya.

Pada hal kata dia, kegiatan religius sangat perlu dikembangkan untuk melahirkan generasi pemuda yang islami.

“Saya berharap kegiatan serupa bisa dilaksanakan setiap tahunnya dan pemerintah peka terhadap kegiatan islami seperti ini. Dan kepada BKPRMI selaku lembaga yang menaungi remaja masjid harus menganggarkannya demi membentuk generasi kita supaya¬† bisa menjadi generasi islami,” harap Suhardi.

Ia merasa heran lantaran kegiatan lain seperti kemah Pramuka dan kemah PMI dibantu oleh pemerintah sedangkan kemah islam remaja masjid tak mendapat perhatian sama sekali.

“Mohon kegiatan kami juga mendapat tempat dihati pemerintah,” pungkas Suhardi.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *