Relawan 86 : Orang Tua Wajib Kontrol Anak

Majene

Mapos, Majene – Perilaku anak sekarang ditengarai sudah banyak mengarah kepada tindakan tidak terpuji dan cenderung berbuat negative.

Tim relawan 86, Suhardi bersama Aslam melihat gejala tersebut sehingga mereka berinisiatif melakukan upaya-upaya pembinaan.

Kepada mamujupos.com, Selasa (24/4/2918) Suhardi mengaku pada Senin (23/4/2018) kemarin dirinya mendapat laporan dari masyarakat yang menyebutkan bahwa ada sekelompok anak sekolah tengah berkumpul di bawah kolong rumah milik warga di Lingkungan Lipu Kelurahan Labuang Utara.

Suhardi bersama Aslam menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut dan menghubungi Polres setempat.

Bersama anggota polisi dan masyarakat, relawan 86 kemudian menyisir tempat kumpul anak sekolah dimaksud ke dalam sebuah lorong.

“Sekitar pukul 16.30 Wita, kami bersama polisi mendatangi tempat mereka berkumpul di Lorong SMPN 3 Majene. Mereka kaget melihat kedatangan kami dan langsung lari berhamburan,” cerita Suhardi.

Ada enam orang anak ditangkap, satu orang lainnya berhasil meloloskan diri.

Dari tangan mereka, ditemukan satu kaleng lem kayu jenis fox dan satu lembar plastik yang sudah diolesi lem.

Pihak Polres Majene dihubungi terpisah membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan 6 orang anak dibawah umur yang diduga mengisap lem.

Kasat Reskrim Polres Majene AKP Syaiful Isnaini menyebut pelaku dibawah umur yang berhasil digelandang ke Mapolres ialah Sry (13), Brh (15) Adn (14), MA (12), Ac (12) dan Supriadi (16).

“Selanjutnya piket Reskrim melakukan pembinaan terhadap anak dibawah umur yang menyalahgunakan lem fox (mengisap), kemudian piket Reskrim memanggil orang tua dari anak dibawah umur tersebut untuk disampaikan agar diawasi anaknya. Semua sudah dipulangkan tadi malam,” kata Syaiful Isnaini.

Sebelum dikembalikan ke orang tua masing-masing, pelaku dibuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Fenomena ini sambung Suhardi menjadi tanggungjawab semua pihak. Dan orang tua di rumah wajib memantau perilaku anak ketika berada di luar rumah.

“Anak-anak ini adalah anak orang baik-baik dan orang tuanya berstatus sebagai PNS. Kasihan masa depan mereka,” tandas Suhadi prihatin.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *