Raja Malaysia Turun Tahta. Benarkah Demi Cinta?

Gambar Raja Malaysia Turun Tahta. Benarkah Demi Cinta? Foto pernikahan raja Malaysia dengan Ratu Kecantikan Rusia

Mapos, Kuala Lumpur – Enam kendaraan mewah, SUV Cadillac hingga sedan Rolls-Royce dan Maybach, memasuki Istana Negara Malaysia, Senin pagi, 7 Januari 2019. Mobil-mobil yang menyandang simbol kerajaan itu membawa para anggota Majilis Raja-Raja yang terdiri atas para sultan Melayu.

Sultan Johor datang pertama, disusul penguasa Kedah, dan Perak — yang juga menjabat sebagai Timbalan (wakil) Yang di-Pertuan Agong. Mereka menggelar rapat khusus untuk membahas waktu pemilihan raja baru Malaysia.

Pemilihan raja akan dilakukan pada 24 Januari 2019, sementara penobatan dijadwalkan pada 31 Januari, demikian menurut Fungsi Pejabat Penyimpan Mohor Besar Raja-raja Malaysia Syed Danial Syed Ahmad.

Meski tak gaduh, Negeri Jiran sedang menghadapi situasi yang luar biasa. Sehari sebelumnya, sang Kepala Negara, Sultan Muhammad V memutuskan turun takhta. Itu adalah kali pertama terjadi sepanjang sejarah Malaysia pasca-kemerdekaan dari Inggris pada 1957.

“Istana Negara mengumumkan bahwa Seri Paduka Baginda Tuanku meletak jawatan sebagai Yang di-Pertuan Agong XV,” demikian pernyataan pihak kerajaan pada Minggu 6 Januari 2018, seperti dikutip dari Bernama.

Dalam sistem monarki konstitusional Malaysia, pemilihan raja dilakukan setiap lima tahun, dengan sistem rotasi. Sultan Muhammad V, raja Kelantan, baru duduk di singgasana selama dua tahun.

Dalam empat pekan, Majilis Raja-Raja akan memilih penguasa baru. Dalam masa itu, penguasa Perak, Sultan Nazrin akan menjabat sebagai pelaksana tugas Yang di-Pertuan Agong. Ia tak otomatis naik takhta. Apalagi, secara rotasi, giliran Sultan Pahang yang akan berkuasa.

Krisis di kerajaan Malaysia bermula saat Sultan Muhammad V menjalani cuti selama dua bulan dengan alasan kesehatan pada November 2018 lalu. Namun, yang kemudian beredar justru foto sang raja duduk di pelaminan.

(*)

 

 

 

 

Sumber : liputan6.com