Puluhan Mahasiswa Datangi Bawaslu, Ini yang Mereka Tuntut

Mamuju

Mapos, Mamuju – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Mamuju (AMM), mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Barat, Jumat (23/3/2018).

Kedatangan Mahasiswa, mendesak Bawaslu untuk tegas dalam memproses dugaan pelanggaran Aparatur Sipil Negara (ASN).

Saat berdialog dengan perwakilan Bawaslu, koordinator aksi, Amiruddin Sompak membeberkan sejumlah bukti awal dugaan ASN yang terlibat politik praktis di Mamuju.

Dari bukti beberapa lembar foto pelanggaran yang dilakukan ASN pun ditunjukkan kepada Bawaslu. Foto bukti itu berupa adanya sejumlah kendaraan roda empat full branding salah satu partai politik milik oknum ASN.

“Kami sudah menginvestigasi, banyak oknum ASN yang terbukti memihak ke salah satu partai. Banyak ASN di Mamuju yang secara terang-terangan menggunakan atribut partai,” kata Sompak.

Menurut Sompak, aktivitas ASN yang secara terang-terangan menggunakan kendaraan full branding salah satu partai,

“Ini jelas mencederai indepedennsi,” tuturnya.

Soal independensi ASN secara aturan sudah tertuang dalam sejumlah aturan perundang-undangan.

“Kami kasihan melihat ASN yang terlibat partai politik. Ini sangat jelas ada keberpihakan mereka ke salah satu partai,” ujar Sompak.

Puluhan Mahasiswa Datangi Bawaslu. Dok. Mapos.com.

Ketua Panwaslu Mamuju, Muhammad Nur mengemukakan didepan para mahasiswa, terkait persoalan ini, Pengawas Pemilu sendiri masih terkendala dengan kewenangan yang melekat pada lembaga tersebut.

Pengawas Pemilu kata Nur, belum memiliki kewenangan penuh untuk secara langsung melakukan tindakan, sebut saja sweeping ke semua kendaraan yang terbranding itu.

“Yang menjadi kendala kita adalah banyak asumsi tentang ASN yang terlibat politik praktis. Kami sudah investigasi itu. Namun kami tidak mungkin melakukan sweeping untuk setiap mobil yang dibranding itu,” ujar pimpinan Panwaslu Mamuju, Muhammad Nur.

Meski begitu, Panwaslu Mamuju meminta partisipasi aktif dari semua pihak untuk tak segan melaporkan dugaan pelanggaran Pemilu ke Panwaslu. Hal itu jauh akan membantu Pengawas Pemilu dalam hal penguatan sistem pengawasan Pemilu di Mamuju.

“Kami sangat senang, artinya kami tidak sendiri melakukan pengawasan,” ujarnya.

Kewenangan untuk membuka semua hal termasuk soal mobil dibranding itu kata Nur, tidak sampai disitu, kami hanya bisa menegur. Sebab mereka memikiki alasan juga, ada yang bilang, itu mobil rekanan.

Ketika kendaraan itu terparkir, belum tentu kendaraan itu milik ASN. Tapi ketika itu terbukti melanggar, maka kita akan merekomendasikan untuk segera diproses.

“Bila ada bukti yang kuat mari kita proses sama-sama,” tutup Nur.

(usman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *