Tolak Pengangkatan Kepsek
Puluhan Guru MAN Berunjuk Rasa

Pendidikan

Mapos, Matra – Puluhan guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pasangkayu, Kecamatan Pedongga, Kabupaten Mamuju Utara, Sulbar berunjuk rasa, akibanya ratusan siswa-siswi terlantar. Kamis (18/01/2018). Aksi demo ini dipicu karena para guru menolak pengangkatan kepala sekolah MAN Pasangkayu yang dinilai cacat prosedur.

Para guru inipun melakukan aksi protes dihalaman sekolah dengan menggunakan pengeras suara saat Kepala Kemenag Mamuju Utara, berkunjung ke sekolah itu.

Ketegangan pun sempat mewarnai aksi itu, dimana saat para guru ini melakukan aksi protesnya, seorang anggota kepolisian berpakaian preman tiba-tiba datang dan meminta kepada para guru untuk berhenti berorasi. Adu mulut pun tak terhindarkan, beruntung keduanya bisa menahan diri sehingga tak terlibat adu jotos.

Para siswa MAN menonton aksi demo guru-guru mereka, tidak ada kegiatan belajar mengajar

Baharuddin, korlap aksi mengatakan, pengangkatan kepala sekolah MAN ini dinilai cacat prosedur, sangat melenceng dari PMA Nomor 58 Tahun 2017 Tentang Pengangkatan Kepala Madrasah.

“Di BAB 3 pasal 6 ayat 1 poin L menyebutkan bahwa diutamakan yang memiliki sertefikat. sementara yang dilantik saat ini tidak mempunyai sertifikat dan tidak lulus saat ujian calon,” ungkap Baharuddin.

Sementara itu, Kepala Kemenag Matra, Mustafa membenarkan kalau kepala sekolah yang diangkat tersebut tidak memiliki sertifikat kepala madrasah.

“Kepala sekolah yang diangkat memang tidak memiliki sertifikat kepala madrasah, namun dirinya pernah mengikuti asesmen kepala madrasah sebagai penganti sertifikat dan pengangkatan kepala Madrasah sudah melalui maperjakat,” pungkas Mustafa.

Mustafa menganggap, aksi demo yang dilakukan para guru ini hanyalah masalah biasa dalam membangun dan tidak mempengaruhi proses belajar mengajar ditempat tersebut.

(jhoni) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *