Pulau Karampuang Terpilih Jadi Tempat Penanaman Rumah Ikan

Sulawesi Barat

Mapos, Mamuju – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Stasiun Karantina Ikan (SKI) kelas II Mamuju, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Pemkab Mamuju melaksanakan kegiatan penanaman 10 rumah ikan di Pulau Karampuang. Kegiatan ini dalam rangka bulan bakti KKP dengan tema “Gerakan Masyarakat Sadar Mutu dan Karantina (Gema Satukata)”.

Kepala Stasiun Karantina Kelas II Mamuju, Abd. Rohman mengatakan, tujuan penanaman rumah untuk memberi pelajaran dan contoh kepada masyarakat guna melindungi pertumbuhan dan perkembangan ikan.

“Selain penanaman rumah ikan, juga dilaksanakan donor darah, pemeriksaan kesehatan ikan, pemeriksaan ikan berformalin, pengenalan ikan yang dilarang ditangkap serta penanaman mangrove,” ujarnya.

“Untuk pemeliharaannya, kita akan rutin melakukan monitoring ke lokasi penanaman rumah ikan. Kami juga akan berkordinasi dengan pihak terkait sekaligus membicarakan standar pendaratan, diving dan aktivitas masyarakat lainnya disekitar rumah-rumah ikan tersebut,” paparnya.

Sementara itu, Deputi Bank Indonesia (BI) Tri Adrianto menyampaikan terima kasih kepada pihak stasiun Karantina Ikan Kelas II Mamuju yang telah menggandeng BI dalam pelaksanaan kegiatan penanaman rumah ikan.

“Kami dari BI sangat berterima kasih kepada Stasiun Karantina Ikan karena telah dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan ini,” ucapnya.

Adrianto mengatakan, penanaman rumah ikan ini sebagai upaya untuk melestarikan air laut dan memberi ruang bagi pertumbuhan ikan menjadi lebih baik dan sekaligus menambah pertumbuhan ekonomi yang baik dan juga dapat mengendalikan tingkat Inflasi.

Adrianto berharap dengan adanya rumah ikan ini, kelestarian laut akan terjaga serta memberi ruang untuk pertumbuhan ikan menjadi lebih baik dan produktivitas ikan bisa meningkat.

“Ini sangat baik untuk pertumbuhan ekonomi terutama dalam pengendalian Inflasi,” pungkasnya.

Di Karampuang sendiri, kata Adrianto, melalui program bantuan sosial, BI telah membangun beberapa sarana sesuai dengan kebutuhan masyarakat, seperti Mandi Cuci Kakus (MCK), dermaga, penyelamatan terumbu karang dan lainnya.

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Mamuju, H. Irwan Pababari mengatakan, potensi kelautan dan perìkanan yang dimiliki oleh pulau Karangpuang di masa lalu sangat potensial seperti spesies berbagai jenis ikan dan salah satunya ikan lumba-lumba.

“Dulu, kalau kita naik perahu ke Karangpuang, kita masih bisa melihat ikan lumba-lumba yang berenang di samping perahu. Tapi sekarang pemandangan itu sudah tidak ada lagi, ini karena kita tidak bisa memelihara dan melestarikan potensi yang kita miliki,” tutur Irwan.

Rumah ikan.

Irwan berharap agar semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, kepala desa serta unsur komponen lainnya memiliki tanggung jawab untuk bersama-sama memelihara dan melestarikan potensi yang kita miliki.

“Potensi dari pulau Karampuang adalah Perikanan, kehidupan saudara-saudara kita ada di laut. Olehnya itu, mari kita pelihara dan lestarikan potensi yang dimiliki,” terangnya.

(toni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...