Proyek Miliaran Rupiah Diduga Dikerja Asal Jadi

Hukum

Mapos, Majene – Proyek pekerjaan pembangunan penahan tebing Sungai Abaga yang dikerja oleh PT Banua Surya dengan anggaran mencapai Rp12,7 miliar lebih rubuh pada akhir tahun 2017 lalu. Diduga, proyek tersebut dikerja asal jadi.

Pekerjaan Proyek Penahan Tebing Sungai Abaga senilai Rp12,7 miliar rubuh  pada mediao akhir Desember 2017             foto : Ist

Menurut salah seorang warga yang turut terlibat dalam pengerjaan proyek Balai Besar Sungai Kalukku – Lariang Wilayah III itu, Salman, rubuhnya bangunan penahan tebing Sungai Abaga di Kelurahan Baruga Kecamatan Banggae Kabupaten Majene  akibat dari pelaksana tidak mengerjakan pekerjaan sesuai bestek.

Kondisi terkini Proyek Penahan Tebing Sungai Abaga             foto : Ist

Dikatakan, pengerjaan beton yang seharusnya menggunakan jenis material batu cipping, namun oleh pelaksana proyek menggunakan batu koral.

Sementara sumber lain menyebutkan, material pasir campuran beton yang digunakan adalah material pasir dari sungai setempat sehingga kualitasnya diragukan karena tidak diuji melalui laboratorium.

“Penggunaan material seperti batu dan pasir sudah jelas ada standar harga dan kualitas sesuai kontrak. Tapi pelaksana menggunakan material yang ada pada lokasi pekerjaan proyek. Artinya, patut diduga pelaksana tidak membelanjakan uang sesuai peruntukannya,” beber Salman Senin (13/8/1018).

Selain penggunaan material yang tidak memenuhi standar kualitas, juga terjadi pengerukan dasar sungai sehingga pasangan batu pada bangunan penahan tebing sungai menggantung.

Plat Dasar Penahan Tebing yang menggantung          foto : Ist

“Terparah adalah penggunaan material besi yang seharusnya delapan ikatan malah pelaksana menggunakan enam ikatan,” ungkap Salman.

Akibatnya, bangunan rubuh pada medio akhir Desember 2017 silam.

Ia menambahkan, ada dugaan volume pisik  juga turut dikurangi oleh pelaksana sepanjang 20 meter pada samping kiri dan kanan bangunan, sehingga besaran volume yang diduga dikorup oleh pelaksana sebesar 4 meter X 40 meter.

Salman menyebut, pihaknya telah melapor kepada penyidik di Polres Majene beberapa waktu lalu, namun saat itu katanya, oleh polisi menyatakan pekerjaan proyek masih dalam tahap pemeliharaan.

Sementara pada tempat terpisah, Kanit Tipikor Polres Majene, Aiptu Yulius Rappan dikonfirmasi di kantornya membantah jika ada masyarakat yang datang melapor.

“Tidak ada itu. Mereka hanya datang mengadu soal utang-piutang antara pelaksana dengan warga sekitar. Namun saat dikonfrontir lewat telepon kepada pelaksana, semuanya (Pelapor) mengatakan tidak ada masalah antara pelapor dan pelaksana,” kata Yulius.

Disinggung soal dugaan tindak pidana korupsi yang dialamatkan kepada PT Banua Surya sebagai pelaksana proyek, Yulius Rappan menyatakan, proyek penahan tebing Sungai Abaga yang rubuh pada akhir Desember 2017 lalu sudah diperbaiki oleh pelaksana proyek.

“Tapi kalau ada aduan soal dugaan tindak pidana korupsi, kita tetap akan melakukan penyelidikan. Tidak ada yang kebal hukum di negara ini,” tegas Yulius Rappan seraya menambahkan pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan pengusutan.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *