Advetorial
Program Satu Desa Satu Perawat Solusi Pelayanan Kesehatan

Adventorial Mamuju

Mapos, Mamuju – Membuka secara resmi seminar kesehatan satu desa satu perawat, Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju, H. Suaib menganggap program usulan tersebut dapat menjadi salah satu alternatif solusi peningkatan layanan kesehatan disaat rasio penyebaran tenaga kesehatan dengan jumlah penduduk semakin tidak berimbang. Seminar kesehatan yang berlangsung di Gedung Asrama Haji Mamuju pada Minggu 11 Maret 2018 tersebut diadakan oleh lembaga Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Mamuju.

Selaku Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju, ia menyambut gembira adanya usulan program tersebut, dimana salah satu program prioritas dalam visi dan misi pemerintah daerah yaitu peningkatan layanan kesehatan yang mesti dihadirkan kepada masyarakat ditengah ekspektasi yang tinggi terhadap layanan dasar tersebut.

Meski saat ini pemerintah daerah terus berkonsentrasi terhadap pengembangan layanan kesehatan, terbukti dengan hadirnya berbagai sarana penunjang maupun inovasi dibidang kesehatan seperti bantuan mobil ambulance gratis, pembangunan puskesmas satelit dan layanan SIGA 119 yang mengintegrasi sejumlah layanan darurat, namun kata Suaib, semua itu tidak akan banyak memberi pengaruh jika tidak didukung oleh semua pihak yang ada.

“Karenanya hari ini patut kita bersuka cita sekaligus berbangga, bahwa peran dan dukungan telah mulai nyata dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat, salah satunya peran lembaga PPNI dengan inovasi satu desa satu perawat, program ini saya anggap dapat menjadi salah satu alternatif solusi peningkatan layanan kesehatan.” Sebutnya.

Selanjutnya, pihak pemerintah daerah mengaku akan mengkaji lebih dalam terkait inovasi yang akan tetap mengacu pada aturan yang ada.

“Kalau aturan itu mendukung ya tentu tidak ada masalah.” Kata Suaib.

Untuk diketahui, berdasarkan laporan ketua panitia pelaksana seminar kesehatan, Usman, tujuan dari kegiatannya tersebut yaitu diharapkan adanya kebijakan dari pemerintah daerah dalam pemningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui praktik mandiri keperawatan satu desa satu perawat.

Yang mana berdasarkan penyampaian ketua PPNI Mamuju, Syaharuddin bahwa sejauh ini yang tersebar di desa-desa itu sebagian besar adalah tenaga bidan, sementara tenaga perawat masih kurang.

“Kami melihat rata-rata di pustu itu yang ada hanya bidan ptt, tidak ada perawat, padahal perawat ini dia pelayanannya menyeluruh jadi mesti ada juga agar dapat berkolaborasi, ini demi peningkatan kesehatan masyarakat.” Ungkapnya.

Syaharuddin berhadap, program satu desa satu perawat dapat benar-benar dipertimbangkan oleh Pemerintah Kabupaten Mamuju.

(*)

 

 

(Humas Pemkab Mamuju)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *