Polres Mamuju Gagalkan Peredaran Narkotika, Sita 1 Kilogram Sabu

Hukum

Mapos, MamujuĀ – Pemberantasan narkoba terus digiatkan oleh Polres Metro Mamuju. Ini terbukti dengan digagalkannya peredaran Narkotika jenis sabu dengan berat total 1 kilogram dengan harga Rp 2 miliar dan enam butir ekstasi milik sindikat narkoba antar provinsi.

Kapolres Metro Mamuju AKBP Moh. Rivai Arvan menjelaskan, bahwa terungkapnya jaringan sindikat pengedar narkotika antar provinsi tersebut diketahui bermula dari informasi bahwa akan ada transaksi penerimaan sabu seberat 1 kilogram oleh tersangka DG (29) di jalan A. Makassau Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat pada Sabtu (7/4/2018) lalu.

Polres Mamuju Gagalkan Peredaran Narkotika, Sita 1 Kilogram Sabu.

Atas informasi itu, team Python Polres Metro Mamuju dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Jamaluddin dan Kasat Narkoba AKP Sukri melakukan penggerebekan. Saat dilakukan penggerebekan ternyata tersangka tidak seorang diri, yakni bersama rekannya AL (32) warga kota Palu, Sulteng.

“Dari hasil penggeledahan, kita temukan berupa satu kilogram narkotika jenis sabu, enam pil ekstasi dan satu unit Handphone merk Nokia warna hitam,” ucap Moh. Rivai. Selasa (10/4/2018).

Berdasarkan interogasi kedua tersangka, mereka mengaku disuruh mengambil barang tersebut oleh seorang warga Palu berinisial A (29) yang merupakan bos mereka.

“Barang itu dikirim dari Kalimantan melalui kapal feri. Rencananya akan diedarkan di kota Palu,” terangnya.

Tidak berhenti disitu, polisi terus melakukan pengembangan dengan mengejar inisial A.

Penangkapan tersebut kata Moh. Rivai merupakan hasil kerja keras Team Python Polres Metro Mamuju. Dimana penyelidikan ini telah berlangsung selama dua bulan sehingga kasus tersebut dapat dibongkar.

“Pengungkapan kasus narkotika kali ini merupakan pengungkapan terbesar dan terbanyak di Provinsi Sulawesi Barat. Jika di rupiahkan harganya mencapai 2 miliar,” terang Moh. Rivai.

Saat ini team Python Polres Metro Mamuju masih melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang diduga kuat berada di Kalimantan dan Palu, Sulawesi tengah.

1 kilogram dan 6 ekstasi, barang bukti yang disita Polres Metro Mamuju.

“Saat ini kami masih melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang diduga kuat bersembunyi di kota Samarinda dan kota Palu, Sulteng,” tutup Moh. Rivai.

Atas perbuatannya keduanya pelaku diancam dengan pasal 112 ayat (2) dan pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana hukuman mati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *