Polres Majene Tahan Tersangka Korupsi Dana BOS

Hukum

Mapos, Majene – Setelah sekian lama ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi dan pemeresan dalam jabatan penyaluran dan penggunaan dana kurang salur BOS, akhirnya Satreskrim Polres Majene, Selasa (30/10/2018) kemarin menahan para tersangka.

Tersangka Korupsi dan Pemeresan dana BOS TA 20016 dan TA 2017 ditahan Polres Majene foto : Ist

Kapolres Majene AKBP Asri Effendy melalui Kasat Reskrim Polres Majene AKP Syaiful Isnaini Rabu (31/10/2018) mengatakan, ketiga tersangka masing-masing dua ASN operator Dinas Pendidikan Sulbar berinisial WY dan NH serta seorang Kepala SD Negeri di Kecamatan Sendana Kabupaten Majene berinisial DW disangka mengorup dan memeras dalam jabatan atas penyaluran dan penggunaan dana kurang salur BOS di tingkat pendidikan dasar atau SD dan SMP di beberapa sekolah penerima di Kabupaten Majene Provinsi Sulbar tahun anggaran 2016 dan tahun anggaran 2017.

Dikatakan, polisi telah menahan para tersangka di rumah tahanan polres majene selama 20 (Dua puluh) hari kedepan, terhitung mulai hari Selasa tanggal 30 Oktober 2018 kemarin sampai Minggu, tanggal 18 November 2018.

“Kita sudah tahan berdasarkan surat perintah penahanan SP. han / 55 / X / 2018 / Reskrim, tanggal 30 Oktober 2018.
SP. han / 56 / X / 2018 / Reskrim, tanggal 30 Oktober 2018,” terang Syaiful Isnaini.

Selain dua sangkaan yang dialamatkan kepada ketiga tersangka, polisi juga menambah sangkaan lain berupa tindak pidana pencucian uang.

Atas sangkaan itu, kata AKP Syaiful Isnaini, mereka melanggar pasal 12 huruf e UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah di ubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 3 dan 4 UU No. 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Jo pasal 55 Ayat (1) ke-1 Jo pasal 64 Ayat (1) KUH. pidana.

“Ancaman hukuman paling sedikit 4 tahun dan paling banyak 20 tahun penjara,” tutup AKP Syaiful Isnaini.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...