Polres Majene Musnahkan Ratusan Botol Miras dan Obat Keras Hari Ini

Majene

Mapos, Majene – Menghadapi bulan suci Ramadhan, jajaran Polres Majene musnahkan ratusan botol minuman keras (miras) dan obat keras.

Menurut AKBP Asri Effendy Rabu (16/5/2018), ratusan botol miras dan obat berbahaya disita dari berbagai tempat di Kabupaten Majene selama operasi.

Sesaat sebelum pemusnahan miras dan obat keras, Asri Effendy berterima kasih kepada tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat yang telah mendukung pemusnahan barang bukti miras dan obat-obat terlarang.

Tujuan dari pemusnahan ini kata Asri Effendy yaitu untuk menciptakan masyarakat MajeneĀ  menjadi Majene lebih baik terutama dalam menjalankan ibadah puasa.

Miras kata dia dapat berdampak buruk bagi Kamtibmas dan pemakainya dapat saja melakukan tindak pidana kejahatan dan sangat merugikan kesehatan.

“Pemusnahan di lingkungan masyarakat ini sengaja kita buat untuk menjadi pesan masyarakat untuk tidak mengonsumsi minuman dan makanan haram. “Mari kita berantas penyakit masyarakat dengan cara ini, karena Polisi tidak mampu melakukan secara sendiri-sendiri,” tegas Asri Effendy.

Dia berharap semoga kegiatan pemusnahan miras berdampak kepada masyarakat untuk tidak berbuat jahat.

Tercatat dalam pemusnahan barang bukti miras dan obat-obatan keras antara lain :

– 66 (Ema puluh enam) botol aqua isi minuman keras merk tuak/manyang yang dikemas dalamĀ  6 (enam) jerigen.

– 48(empat puluh delapan) botol miras merk angker.

– 65 (enam puluh lima ) botol miras merk wiski.

– 84 (delapan puluh empat) botol miras merk pros beer, 3 (tiga) botol miras merk Mc Donald. 150 (seratus lima puluh) pack makanan kadaluarsa, 90 ( sembilan puluh) botol minuman kadaluarsa, 50 (lima puluh) botol obat-obatan kadaluars dan 15 (lima belas) pack obat-obatan goiongan keras.

Pemusnahan barang bukti tersebut dilaksanakan di Lingkungan Binanga Kelurahan Labuang Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene dengan disaksikan oleh Forkopimda, MUl Kepala BNK Kabupaten Majene dan para tokoh agama serta tokoh masyarakat Kabupaten Majene.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *