Polisi Ungkap Peredaran Narkoba Dalam Lapas Polman

Hukum

Mapos, Mamuju – Satuan Res Narkoba Polres Metro Mamuju, belum lama ini berhasil membongkar peredaran Narkoba jenis Sabu yang dikendalikan di dalam lembaga pemasyarakatan ( Lapas ) Kabupaten Polewali Polman.

Kapolres “Metro” Mamuju AKBP. Muh.Rivai Arvan dalam Konfrensi Persnya. Sabtu (27/1/2018) menyebutkan, peredaran narkoba yang dikendalikan di dalam Lapas bukan lagi terjadi hanya di daerah Jawa.

Kata dia, peredaran Narkoba yang dikendalikan dalam Lapas juga sudah terjadi di Sulbar. Seperti yang terjadi di Lapas Polman, belum lama ini, dua orang tersangka yang diketahui merupakan kurir atau pengedar berhasil di bekuk satuan Resnarkoba dengan mengamankan barang bukti ( Babuk ) Narkoba jenis Sabu sejumlah 50 gram.

Rivai menyebutkan, dua tersangka itu yang berinisial IR dan AY bekerja menjadi kurir tetapi keduanya dikendalikan seorang Narapidana di dalam Lapas.

Polisi merilis 10 Tersangka Kasus Narkoba.

”Kasus ini masih kita telusuri. Bahwa kenyataan dikendalikan oleh narapidana dalam Lapas. Dan barang buktinya cukup banyak 50 gram. Jadi kalau kedua tersangka ingin mendapatkan barang mulai dari pesanan sampai diedarkan yang menggerakkan keduanya berada didalam Lapas,” kata Rivai.

Dalam ekspose kasus Narkoba. Satuan Polres Metro Mamuju, tak tanggung-tanggung satu bulan penuh berhasil membekukan 10 tersangka Narkoba diberbagai tempat di wilayah hukum Polres “Metro” Mamuju.

Perwira berpangkat dua bunga itu menyebutkan, bahwa 10 tersangka yang diketahui inisilanya adalah UP, M, AG, MM, ZE, Z, BMD,AY,IS dan IR ditangkap dalam operasi penegakan hukum penyalagunaan Narkoba oleh satuan Res narkoba di wilayah hukum Polres Metro Mamuju. Dan sebagian barang buktinya, sudah dikirim ke laboratorium untuk bahan pengujian dan sebagian sudah diamankan.

Masih Rivai, pihaknya kini masih memiliki target yakni seorang bandar Narkoba yang saat ini masih dalam pengejaran anggota polisi.

”Jujur kami masih punya PR, salah seorang bandar menjadi target kami yang saat ini kami masih buruh. Untuk 10 orang ini, yang saat ini kami amankan ada yang bandar biasa dan ada yang pengedar, ” sebutnya.

Dia menambahkan, jaringan – jaringan pengedar Narkoba banyak bermain diwilayah Kabupaten Polman. Untuk itu, meminta kepada media untuk tetap bekerjasama dalam memberikan informasi termasuk masyarakat dalam memberantas penyalagunaan Narkoba di wilayah hukum Polres “Metro” Mamuju.

“Saya berterima kasih sekali dengan media yang selalu update memberikan informasi tentang kasus Narkoba. Saya juga berharap kepada masyarakat untuk selalu memberikan informasinya terkait bahaya penyalagunaan Narkoba. Karena narkoba itu merupakan musuh yang paling bahaya di Republik ini,” pungkasnya.

(Aji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *