Polisi Kembali Kawal Unras Penolakan UU Cipta Kerja di Majene

  • 12 Okt 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 209
Gambar Polisi Kembali Kawal Unras Penolakan UU Cipta Kerja di Majene

Mapos, Majene — Kepolisian Resort Majene untuk ketiga kalinya mengawal unjuk rasa (Unras) sejak Rabu kemarin hingga hari ini, Senin (12/10/20) di Kantor DPRD Majene maupun di Tugu Pahlawan Bundaran Pusat Pertokoan Majene.

Aksi mereka diketahui dalam rangka penolakan dan pembatalan undang-undang cipta kerja (Omnibuslow) yang dianggap merugikan masyarakat kecil.

Sejak diawal aksi, mahasiswa sampai saat ini belum puas dengan hasil aksinya sehingga kegiatan aksi terus dilakukan.

Meskipun hari Kamis lalu sempat melakukan dialog dengan pihak DPRD namun pihak mahasiswa tetap mendesak DPRD untuk memberikan pernyataan sikap menolak dan membatalkan undang-undang dimaksud.

Kabar baiknya, aksi mahasiswa Majene tak anarkis seperti di wilayah lainnya yang sampai harus merusak fasilitas umum bahkan usaha masyarakat.

Kendati pun demikian, Kepolisian Resort Majene tetap mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dengan aktif melakukan koordinasi dengan para mahasiswa untuk tetap menjaga situasi agar tetap kondusif.

Kapolres Majene AKBP Irawan Banuaji di tengah Unras menyebutkan, pihaknya bersyukur lantaran aksi yang dilakukan mahasiswa masih sebatas kewajaran.

“Ya massa aksi hanya membakar ban bekas tanpa melakukan pengrusakan.Hal ini tentunya kita harapkan hingga aksi usai, situasi tetap kondusif tanpa harus ada kerusakan apalagi jatuhnya korban,” sebut Kapolres Majene.

Dari pantauan di lapangan, para mahasiswa kembali terlihat mendatangi kantor DPRD siang tadi dengan melakukan dialog bersama Ketua DPRD beserta anggota DPRD Majene membahas permasalahan yang ada dan berakhir dengan penyerahan berkas pernyataan sikap atau aspirasi yang akan diteruskan ke DPR RI pusat.

Selanjutnya, massa lainnya juga melakukan aksi di bundaran pusat pertokoan dengan tuntutan yang sama yaitu menolak dan meminta pembatalan undang-undang cipta kerja.

Sementara itu, pihak kepolisian tetap setia memberikan pengawalan dan pengamanan sebagai upaya menjamin keamanan, ketertiban aksi sekaligus mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

(*)