Polisi Kawal Pelaksanaan UN Tingkat SMP di Pasangkayu

Sulawesi Barat

Mapos, Pasangkayu¬†–¬†Jajaran Polsek Bambalamotu Polres Matra melaksanakan kegiatan pengamanan Ujian Nasional (UN) tingkat SLTP/sederajat.

Pelaksanaan ujian itu diikuti oleh 11 SMP dan dilaksanakan di 10 tempat dari tiga kecamatan diantaranya, Kecamatan Bambalamotu, Bambaira dan Sarjo.

Dari 11 SLTP yang melaksanakan UN, sebanyak 10 sekolah melaksanakan UN kertas pensil. Sedangkan satu sekolah yakni SMPN 1 Sarjo melaksanakan UN berbasis komputer.

Adapun jumlah siswa dari peserta UN sebanyak 686 siswa yang terdiri dari 299 putri dan 387 putra.

Kapolres Matra AKBP Made Ary Pradana disela kegiatannya mengatakan, Polres Matra selalu siap dalam mengamankan setiap kegiatan nasional yang menjadi agenda pemerintah, seperti pelaksanaan UN tingkat SLTP/sederajat yang sementara ini sedang berlangsung.

“Tak hanya itu, personel juga melakukan pengamanan ektra di tempat penyimpanan soal UN,” tutur Made Ary. Rabu (25/4/2018).

Made Ary menurutkan, pengamanan soal UN merupakan dokumen negara yang harus diamankan 1×24 jam hingga pelaksanaan UN selesai.

“UN tingkat SLTP ini sudah berlangsung sejak tanggal 23 hingga 26 April 2018,” ucap Made Ary.

Lebih jauh Made Ary menjelaskan, tujuan dari pengamanan UN ini, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pengamanan di masing-masing sekolah, kata Made Ary, kita bagi tugas sesuai dengan wilayah masing-masing. Di Bambalamotu sendiri, pengamanan dipimpin oleh Kapolsek Bambalamotu AKP Achmad Syarif Tola.

Dengan adanya pengamanan dari polisi, lanjut Made Ary, diharapkan mampu menghilangkan praktek kecurangan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu, sekaligus memberikan rasa aman dan tenang di lingkungan sekolah sehingga ujian dapat berjalan lancar dan kondusif.

Olehnya itu, Made Ary menitipkan pesan kepada seluruh personel Polres Matra, agar dalam melaksanakan pengamanan UN penuh dengan rasa tanggungjawab dan dilaksanakan dengan sebaik baiknya. Selain itu, untuk selalu berkoordinasi dengan instansi terkait maupun pihak sekolah.

Menurut Made Ary, hal ini dilakukan untuk mencegah kecurangan dalam pelaksanaan UN dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Mudah-mudahan pelaksanaan UN ini dapat berjalan dengan tertib, aman dan lancar sesuai apa yang diharapkan bersama,” pungkasnya.

(usman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *