Polisi Dinilai Represif, HMI Turun ke Jalan

Majene

Mapos, Majene – Menyikapi adanya sikap represif yang diduga dilakukan oleh oknum polisi terhadap sejumlan aksi demo yang dilakukan diberbagai daerah, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Indonesia menginstruksikan seluruh cabang HMI se Indonesia melakukan aksi solidaritas.

Massa aksi HMI Cabang Majene tengah berorasi di depan Mapolres Majene foto : ipunk

HMI Cabang Majene yang turun ke jalan di Bundaran Tugu Pahlawan Pusat Pertokoan Majene, Senin (24/9/2018) turut melakukan aksi solidaritas atas tindakan represif terhadap HMI di Bengkulu, Kendari dan beberapa tempat lainnya.

“Pihak aparat kepolisian yang menangani aksi saudara kami nampak terlihat ugal-ugalan dan brutal dengan memukul membabi buta tanpa memperhatikan landasan aksi dan landasan mereka dalam mengeluarkan pendapat,” tutur Muliawan Hassan – Wakil Sekretaris Umum HMI Cabang Majene yang juga jenderal lapangan dalam aksi itu.

Akibatnya, HMI Cabang Majene menyatakan sikap dan menuntut Kapolri untuk memecat/mencopot Kapolres Bengkulu dan Kapolda Bengkulu dari jabatannya, karena tidak becus dalam mengontrol personel.

” Kami meminta kepada Kapolri untuk menindak tegas (memecat dan memproses secara Hukum) oknum aparat kepolisian yang melakukan pemukulan dan penembakan dalam massa aksi HMI Cabang Bengkulu pada 18 September 2018,” katanya.

Selain minta dicopot, Kapolda Bengkulu dan Kapolres Bengkulu juga diminta untuk mohon maaf atas insiden brutal yang dilakukan oleh personelnya.

Tuntutan lain dalam aksi solidaritas HMI Cabang Majene, mereka minta kepada Kapolri untuk memecat Kapolres Kendari dan Kapolda Sulawesi Tenggara karena tidak mampu mengontol personilnya di lapangan dan telah melakukan tindakan represif terhadap kader HMl.

Demikian juga dengan Kapolda Sulbar. HMI Cabang Majene minta supaya Kapolda Sulbar menindak tegas oknum polisi yang melakukan tindakan represif terhadap massa aksi HMI di mamuju yang tergabung dalam aksi FPPI Mamuju pada tanggal 22 September 2018.

“Kami minta kepada Kapolri untuk menekankan kepada Personil Kepolisian di seluruh Indonesia agar medalami, memahami, dan mengamalkan nilai Tribrata dan Catur Prasetya Polri,” tegas Muliawan Hassan.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *