Polisi Damaikan Dua Karyawan Alfamidi

Peristiwa

Mapos, Mamuju – Banyak kasus kecil yang berujung pidana. Tapi di Mamuju, Sulbar, persoalan yang sempat dilaporkan ke polisi berhasil didamaikan. Mereka yang didamaikan merupakan dua karyawan yang bekerja di Alfamidi.

Urusannya soal antar pulang. Polisi langsung turun tangan ikut mendamaikan dua karyawan yang berselisih agar persoalan selesai.

Kasus ini menimpa seorang perempuan bernama Munira. Munira terluka di bagian kepala akibat lompat dari motor. Akibatnya Munira harus mendapatkan perawatan medis.

Gara-gara kejadian ini, keluarga Munira tidak terima dan sempat bersitegang dengan Adi. Keluarga Munira bahkan akan sempat melapor ke Polres Metro Mamuju karena tidak terima atas kejadian itu.

Perselisihan itu akhirnya didamaikan polisi bersama Pimpinan Alfamidi tempat keduanya bekerja. Mereka mempertemukan pihak yang berselisih untuk mencari penyelesaian persoalan.

“Sudah dimediasi. Diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Mamuju AKP Jamaluddin kepada mamujupos.com. senin (2/4/2018).

“Dalam pertemuan itu, Adi dan Munira bersepakat untuk berdamai dimediasi oleh polisi dan pimpinannya. Biaya pengobatan Munira akan ditanggung bersama,” lanjut Jamaluddin.

Belajar dari kejadian ini, Jamaluddin berharap perselisihan yang terjadi di tengah warga bisa lebih dulu diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

Jamaluddin menjelaskan, kronologis kejadiannya berawal pada tanggal 31 Maret 2018, pukul 19.30 Wita. Munira meminta diantar pulang ke kosnya di jalan Kurungan Bassi oleh Adi. Namun pada saat itu Munira tidak memakai helm sehingga Adi mencari jalan alternatif melalui jalan Soekarno Hatta yang mengakibatkan Munira ketakutan di sebabkan jalanan yang gelap sehingga Munira melompat dari motor.

Jamaluddin mengatakan, se masa SMA dulu di Majene, Munira pernah mengalami suatu kejadian yang mengakibatkan dia trauma.

Anggota Satuan Sat Reskrim Polres Mamuju bersama Adi usai mendamaikan keduanya. (Dok. Mapos.com)

“Munira mempunyai riwayat trauma pernah se masa SMA di Majene,” tutup Jamaluddin.

(usman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *