Police Goes to School, Subdit Dikyasa Ditlantas Sasar Mahasiswa

Mamuju

Mapos, Mamuju – Mahasiswa di Kabupaten Mamuju kembali mendapatkan pengetahuan tentang tatib lalu lintas dari Subdit Dikyasa Ditlantas Polda Sulbar.

Kali ini jajaran Subdit Dikyasa Ditlantas Polda Sulbar tak hanya memberikan materi dalam bentuk sosialisasi di dalam kampus, tetapi juga mengajak pelajar untuk bertanya seputar berlalulintas yang sehat dan aman.

Kampus yang berkesempatan dikunjungi oleh Subdit Dikyasa Ditlantas Polda Sulbar yakni STIKES Andini.

Petugas Subdit Dikyasa Ditlantas Polda Sulbar yang menyampaikan materi adalah Ps. Kasi Dikmas Ditlantas Polda Sulbar AKP Eduard Steffry Allan T dan dua personilnya.

Materi diberikan seputar cara berlalulintas yang sehat dan aman, pengertian rambu lalin, serta pengertian 12 gerakan dasar lalin.

Ps. Kasi Dikmas Ditlantas Polda Sulbar AKP Eduard Steffry Allan T menyampaikan, tujuan dari pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru (PKKMB) adalah agar mahasiswa dapat mengetahui syarat-syarat untuk memiliki SIM dan STNK (rusak/hilang), disamping itu, mahasiswa juga mampu menjelaskan tentang rambu-rambu lalulintas.

Selain itu, lanjut Eduard, mahasiswa dapat mengetahui manfaat dari menaati rambu-rambu lalulintas serta dibutuhkan peran aktif mahasiswa dalam menciptakan situasi lalulintas yang aman dan sehat.

Menurutnya, melalui ajang ini mahasiswa diharapkan mengerti cara aman ke kampus, mengerti rambu lalin dan mengenalnya serta mengenali arti 12 gerakan dasar lalu lintas.

Dengan demikian upaya ini merupakan salah satu cara agar para mahasiswa dapat mengenal lebih jauh tenatang rambu lalu lintas, hasilnya saat berlalu lintas sudah memahami dan mengerti.

“Secara otomatis akan menurunkan angka tingkat pelanggaran dan kecelakaan lalulintas di jalan,” pungkasnya.

Mantan Kasat Lantas Polman ini juga mengajak para mahasiswa menjadi mitra kamtibmas dan Polri, untuk bersama-sama di lingkungan kampus, masyarakat maupun lingkungan keluarga.

“Kalau ada informasi apapun. Mereka juga bisa menjadi tim cyber patrol kita. Karena mereka sering kali berhubungan dengan alat komunikasi terutama dengan dunia internet,” ujar Eduard.

Tak hanya itu, kita juga ingin mengajak mahasiswa sebagai agen-agen untuk menangkal isu-isu SARA dan radikalisme di lingkungan kampus dan sekitarnya.

foto/istimewa.

“Para mahasiswa juga harus kami bina menjadi agen-agen untuk memberikan sosialisasi menyangkut SARA dan rakadikalisme,” tandasnya.

(usman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *