Polda Sulbar Gelar Operasi Katarak, Bibir Sumbing dan Sunatan Gratis

Kesehatan

Mapos, MamujuĀ – Ratusan orang berbondong-bondong mengikuti operasi katarak, bibir sumbing, donor darah hingga sunatan massal yang digelar jajaran Polda Sulbar. Warga gembira mengikuti acara bakti sosial itu.

“Bakti sosial diselenggaralan dalam rangka soft opening RS. Bhayangkara Hoegeng Iman Santoso Polda Sulbar. “Selaras dengan tema “Satukan Hati untuk Siamasei”. Memanfaatkan momentum ini dengan menyelenggarakan kegiatan sosial bagi masyarakat yang kurang mampu,” kata Kapolda Sulbar Brigjen (Pol) Baharuddin Djafar. Senin (16/4/2018).

Kapolda menambahkan, kegiatan ini juga dilakukan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa polisi tidak hanya melakukan tindakan represif, tetapi juga memberikan pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

“Sebagai soft openng RS. Bhayangkara maupun pelindung dan pengayom masyarakat, maka hari ini kita lakukan kegiatan bakti sosial untuk membantu pemerintah dalam rangka membantu masyarakat yang tidak mampu,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Biddokes Polda Sulbar AKBP DR. Syamsul Bahar, M. kes mengungkapkan rangkaian acara bakti sosial ini meliputi operasi katarak, operasi bibir sumbing, sunatan, donor darah dan hernia.

“Kegiatan ini dilakukan hari ini Senin (16/4/2018) pukul 08.00 Wita hingga selesai. Kemudian telah dilakukan screening juga untuk pasien katarak dan bibir sumbing dengan melakukan cek fisik, tekanan darah, rekam jantung dan pemeriksaan mata,” papar Syamsul.

Acara ini diikuti oleh 17 orang pasien penderita katarak, 15 pasien bibir sumbing, 86 pasien sunatan.

Kegiatan ini didukug oleh 19 tenaga medis, di antaranya dokter spesialis mata, dokter spesialis bedah plastik, dokter bedah umum, dokter anastesi, dokter jantung.

Putera Rahim (7,5), murid SD di Mamuju yang mengikuti kegiatan sunat massal mengaku senang dengan adanya kegiatan ini.

“Senang. Rasanya sakit dikit,” kata Rahim usai disunat.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Daeng Sikki (35), warga Mamuju. Tukang ojek ini merasa terbantu karena anaknya bisa disunat secara gratis.

“Alhamdulilah, gratis. Senang ada kegiatan seperti ini, jadi saya tidak perlu bawa anak ke dokter untuk disunat,” kata Sikki.

Siti Aisah, selaku Ketua Kelompok Kerja dari Kelurahan Simbuang, membawa 2 orang warganya yang menderita katarak, serta 4 anak yang mengikuti sunatan massal. Aisah mengatakan, warganya mengetahui adanya kegiatan baksos ini berkat pemberitahuan dari Binmas di lingkungannya.

“Warga sangat antusias ya dengan kegiatan ini. Sebenarnya di kelurahan saya banyak yang mau ikut, tetapi karena terbatas, sehingga hanya 2 orang yang bisa ikut,” ujar Aisah.

Salah satu pasien baksos.

Ia berharap, kegiatan serupa tahun depan bisa menambah kuota pasien dari lingkungannya.

(usman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *