Polantas Tidak Terima Uang

Majene

Mapos, Majene – Giat Operasi Patuh Siamasei 2018 memang telah dilaksanakan disejumlah titik jalan dalam wilayah hukum Polres Majene. Namun dalam kegiatan operasi itu, Kasat Lantas Polres Majene AKP Rusli Said melarang secara tegas masyarakat yang kena tilang menitip uang kepada Polisi Lalulintas (Polantas) yang tengah bertugas.

“Polantas tidak terima uang titipan tilang dari masyarakat pelanggar, apalagi mencoba untuk menyuap petugas,” ungkap Rusli seusai gelar Operasi Patuh Siamasei 2018 di bilangan perkantoran Jalan Jend Ahmad Yani Senin (30/4/2018) pagi tadi.

Kata Rusli, sangat gampang masyarakat sekarang untuk menebus tilang dan dapat segera mengambil kendaraan miliknya.

“Untuk mengambil kendaraan yang sudah kami tilang bisa melalui e-tilang. Pembayarannyapun sangat mudah. Begitu sudah bayar lewat BRI akan muncul notifikasi ke hp saya yang menyatakan bahwa tilangnya sudah dibayar,” ungkap Rusli.

Kalau sudah bayar e-tilang lanjut dia, pelanggar sudah bisa langsung mengambil kendaraannya dengan menitipkan jaminan surat-surat kendaraan lain atau SIM sambil menunggu jadwal sidang di pengadilan.

Disinggung soal besaran pembayaran tilang melalui e-tilang akan lebih besar daripada biaya tilang setelah vonis di pengadilan, Rusli mengatakan, tidak jadi masalah sebab jika ada selisih atas pembayaran tilang melalui e-tilang setelah sidang di pengadilan, maka selisihnya akan dikembalikan ke rekening pelanggar.

“Melalui e-tilang besaran denda yang dikenakan kepada pelanggar tentu sesuai dengan besaran denda yang tertera dalam undang-undang lalulintas. Tapi, biasanya denda tilang dikenakan setelah sidang di pengadilan tidak sebesar itu,” urai Rusli.

Yang jelas katanya, dibanding daerah lain, Majene termasuk dalam kategori taat berlalu lintas. Hal ini dia buktikan dengan minimnya surat tilang yang dikeluarkan jajarannya.

“Kebanyakan pengguna jalan kita di Majene sudah taat berkendara. Makanya jumlah tilang yang keluar hanya sedikit. Itu indikator bahwa masyarakat Majene taat dalam berlalu lintas,” ujar Rusli.

Kendatipun demikian, dirinya mengimbau agar masyarakat tidak melanggar saat berkendara sebab kecelakaan dimulai dari pelanggaran.

“Tujuan polisi itu baik. Kita berupaya meminimalisir resiko dalam berkendara. Penyesalan selalu datang belakangan setelah ada kejadian. Ingat, ada keluarga yang menanti kita di rumah maka berhati-hatilah di jalan,” pungkas Rusli.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *