PMI Majene Pasang Wastafel Disejumlah Titik

  • 3 Apr 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 246
Gambar PMI Majene Pasang Wastafel Disejumlah Titik

Mapos, Majene — Dukung pemerintah dalam upaya meminimalisir penyebaran virus corona, PMI Majene memasang wastafel atau tempat cuci tangan di sejumlah titik.

Sedikitnya 24 unit yang akan disebar di beberapa titik dalam wilayah Majene antara lain, 3 titik di Pasar Sentral Majene pada pintu masuk bagian depan, samping dan belakang, di TPI Battayang, di Terminal Kota, di Sekitaran GOR Majene, dan semua pasar disetiap kecamatan.

Ketua PMI Majene Dra Hj Fatmawati Fahmi, MH mengatakan, wastafel dipasang dibeberapa titik pada fasilitas umum, diperuntukkan buat masyarakat.

“Supaya masyarakat terbiasa dengan cuci tangan pakai sabun pada air mengalir sangat penting. Minimal selama 20 detik dan dilakukan sesering mungkin,” kata Fatmawati.

Karena lanjut dia, virus corona mudah hancur kena sabun atau deterjen.

“Tidak ada alasan tidak punya hand sanitizer buat cuci tangan, cuci tangan pakai sabun, juga jadi penting,” tegasnya.

Kenapa wastafel ditempatkan disemua pasar?

“Karena pasar adalah fasilitas umum yang tentunya akses keluar masuk orang akan banyak, sehingga dengan adanya wastafel ini akan memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat pengunjung ke pasar, baik itu pembeli maupun pedagang agar selalu rajin cuci tangan dengan sabun.

“Sebab inilah salah satu upaya pencegahan Covid-19,” katanya.

Selain menyiapkan wastafel, bersama pengurus PMI lainnya, Fatmawati memberikan edukasi kepada masyarakat tentang Covid 19 dan membudayakan hidup sehat.

“Kami juga mengedukasi masyarakat, mudah-mudahan apa yang menjadi himbauan dari pemerintah pusat sampai dengan pemerintah kabupaten, dapat diikuti dan dilaksanakan oleh semua lapisan masyarakat,” harapnya seraya menambahkan wastafel yang dibuat oleh PMI agar senantiasa dipelihara dan dirawat dengan baik.

“Karena ini adalah milik kita bersama, dan kita gunakan bersama. Mari kita saling bahu membahu, bergotong royong bersama membantu pemerintah dalam memutus mata rantai Covid-19 ini, baik itu oganisasi wanita, pemuda maupun organisasi kemasyarakatan serta relawan kemanusiaan lainnya.

“Kini saatnyalah kita bersatu bersama, jangan ada sekat ataupun saling curiga bila ada yang berbuat bagi masyarakat, karena tujuan kita semua sama, yaitu memutus mata rantai Covid-19 agar Majene selalu dijauhkan dari semua mara bahaya,” imbuhnya.

(ipunk)