Petugas Posko di Gedung PKK Mamuju Perlakukan Korban Banjir Tak Manusiawi

Mamuju

Mapos, MamujuĀ – Sebanyak 176 pengungsi korban banjir bandang di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat meninggalkan posko pengungsian di aula Gedung PKK Mamuju, Minggu (25/3/2018).

Hal tersebut mereka lakukan karena merasa tidak diperlakukan secara manusiawi. Posko pengungsian itu milik Pemerintah Kabupaten Mamuju.

Mereka memilih kembali ke aula Mapolres Mamuju, Senin (26/3/2018). Bahkan, sebelumnya mereka mendirikan tenda darurat di lokasi banjir.

Salah seorang pengungsi, Adi mengatakan, mereka tersinggung karena persoalan makanan.

“Tidak enak sekali, kita dibilangi kalian ini bersyukur karena disini saja kerjanya makan dan tidur, lebih baik kalian kembali bersihkan rumahmu, dalam hatiku, apa mau dibersihkan kasian nah hancur, sementara tidak ada bantuan pemerintah berupa balok, papan dan atap untuk bangun rumah,” kata Adi, di Mapolres Mamuju, Senin (26/3/2018).

Menurutnya, perkataan petugas di posko pengungsian membuat seluruh pengungsi sakit hati, bahkan para perempuan menangis.

Sementara, Abd Jafar, juga salah seorang pengunsi mengaku bila mereka minta makanan untuk anak-anak mereka, tidak direspon dengan baik oleh petugas posko bencana.

“Kira minta makanan karena lapar anak-anak tapi dia bilang terus tunggu, mereka malah bilang jangan kalian pikir bantuan disini milik kalian semua,” ujarnya.

“Mereka bilang juga, terserah kalau mau pulang, pulang saja tidak ada masalah. Seharusnya kita dikasi semangat tapi kita justru tidak dilayani dengan iklas,” tambahnya.

Jafar mengatakan, baru pagi tadi mereka bergeser dari tenda darurat. Ia mengaku awal enggang berpindah jika akan dikembalikan ke Posko gedung PKK, apalagi para ibu-ibu.

Pengungsi Korban Banjir Bandang di Posko Polres Metro Mamuju.

“Tadi pagi baru kita di Polres biar sempit-sempit kalau disini, awalnya tidak mau apalagi ibu-ibu mereka bilang biarmi kita lapar disini dari pada harus kembali ke gedung PKK, tapi setelah dibujuk terus sama Ibu Binmas akhirnya kita kesini, kalau kita di Polres tidak adaji kata-kata yang menyakitkan, kita labih bagus dilayani disini,” tuturnya.

(usman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *