Penyebar Hoax Pasien Covid 19 di Majene Ditangkap

Gambar Penyebar Hoax Pasien Covid 19 di Majene Ditangkap

Mapos, Majene — Ditengah situasi yang cukup mencekam di Kabupaten Majene akibat pandemi Corona Virus Desease (Covid) 19, ada saja orang yang tega membuat berita hoax.

Seperti RK (19), warga Lingkungan Galung, Kelurahan Galung Kecamatan Banggae Kabupaten Majene ini mau tidak mau, harus berurusan dengan polisi.

Di akun FB miliknya, diaa menulis “innalillahi wainnailahi rajiun. selamat jalan dek yg positif corona telah meninggal dunia ? semoga amal ibadahnya Much diterima di sisi allah,” tulis KR alias Ammank.

“Kami, Tim Passaka Res Majene sudah mengamankan pemilik akun RK si penyebar berita hoax. Akibat dari perbuatan mereka, timbul keresahan di keluarga pasien, pegawai RS Regional Sulbar serta masyarakat Majene,” kata Irawan Banuaji.

“Berita hoax beredar di Facebook sejak tadi pagi tadi. Diupload ke media sosial facebook,” tambahnya.

Ia menyebut, berita hoax yang dibuat RK akhirnya menghebohkan jagat maya Majene. Polisi Sat Reskrim langsung melakukan patroli dunia maya, hingga akhirnya berhasil melacak akun penyebar berita hoax tersebut.

Berdasarkan klarifikasi dengan pihak RS Regional Provinsi Sulbar, mengatakan, bahwa anak yang semetara diisolasi di ruang perawatan karena positif corono itu justru nampak sehat. Kondisinya hafidzah berusia 14 tahun itu semakin membaik dan sangat rajin mengaji.

Setelah mengumpulkan bukti-bukti serta memintai keterangan saksi, polisi akhirnya mengamankan pelaku penyebar berita hoax tersebut.

Saat dimintai keterangan pelaku mengakui perbuatannya.

Kasat Reskrim Polres Majene AKP Jamaluddin menyebut, pihaknya mengamankan pelaku pada Senin (30/03/2020) sekitar pukul 18.00 Wita.

Kini lelaki pengangguran ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dijerat pasal 28 (jo) pasal 45 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Dia terancam 6 tahun kurungan penjara dan denda Rp1 miliar,” pungkas Jamaluddin.

(ipunk)