Pengawasan Lemah, Proyek Peningkatan Jalan dan Jembatan Dikerja Asal-Asalan

Gambar Pengawasan Lemah, Proyek Peningkatan Jalan dan Jembatan Dikerja Asal-Asalan

Mapos, Mamuju – Miris, proyek pembangunan peningkatan jalan dan jembatan (Box Culvert), yang dibiayai dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2018, sebesar Rp. 10.949.085.000,00, diduga dikerja asal-asalan.

Proyek yang dikerjakan oleh PT. Sumaindotim itu, diduga dilaksanakan tidak sesuai rencaná anggaran belanja (RAB), misalnya untuk pekerjaan pondasi tidak menggunakan takaran yang dianjurkan dalam RAB, yakni untuk pekerjaan pasangan batu gunung, biasanya mengunakan mortar (adonan semen/luluh) tipe N (campuran 1 Pc : 4 PP), tapi kenyataan dilapangan hanya mengunakan sedikit semen, yang tak memiliki kekuatan.

Bila pondasi itu disentuh sedikit saja maka pemasangan batu gunung itu terlepas.

Menurut keterangan warga di jalan Andi Pattana Endeng, Yanto yang juga dirinya mengaku sebagai tukang batu itu, menduga, setelah dirinya mengecek langsung pekerjaan tersebut, diduga campurannya 1×8, satu semen dan delapan pasir.

Mulai dari pekerjaan pondasi, campuran yang digunakan hampir semuanya sama, bahkan diduga ada campuran tanah.

“Waktu dikerjakan, sepertinya ada campuran tanahnya dan campurannya 1×8,” tuturnya, Senin (4/3/2029).

Dia menilai, pekerjaan itu lemah pengawasan, apalagi diawasi TP4D.

“Pekerjaan itu sangat lemah pengawasan pak. Buktinya pekerjaan itu dibiarkan saja,” tambahnya.

Dia juga mempertanyakan peran dari TP4D Kejati Sulselbar.

“Sebenarnya, fungsinya apa ya itu TP4D,” tanyanya.

Dok. Mapos.

Pantauan media ini di lapangan, pekerjaan proyek Peningkatan Jalan dan Jembatan yang berada di Jalan Andi Pattanana Endeng, depan kantor BPK RI itu diduga tak memiliki asas manfaat pada penahanan kekuatan jalan dan dikuatirkan, bisa tiba-tiba ambruk dan tak memiliki manfaat jangka panjang.

(Berita ini masih berlanjut dan akan diverifikasi selanjutnya).

(usman)