Pendukung Paslon 01 Sebut Isu Politik Identitas Menghambat Kemajuan Daerah

  • 24 Okt 2020
  • Pilkada
  • R Fajar Soenoe
  • 435
Gambar Pendukung Paslon 01 Sebut Isu Politik Identitas Menghambat Kemajuan Daerah

Mapos, Majene –– Tim Pemenangan Patmawati-Lukman kembali melanjutkan agenda kampanyenya di Banua Sendana, Kecamatan Sendana, Sabtu (24/10/2020).

Paslon 01 Patma-Lukman bercengkrama dengan warga  setempat dan membuka diskusi ringan dibarengi canda tawa.

Salah seorang Tim Pemenangan Patma-Lukman, Armiah mencoba mengangkat materi pembahasan yang salah satunya yaitu isu SARA yang kerap digunakan oleh pihak sebelah untuk menjatuhkan lawannya.

“Politik Identitas yang selalu digaungkan pihak sebelah sangat tidak baik untuk daerah. Kita ini tinggal di negara yang majemuk, semboyan bangsa adalah Bhinneka Tunggal Ika. Banyak juga kok orang dari daerah kita yang sukses di daerah lain dan mereka dihargai disana. Sebut saja Bupati PPU, Abdul Gafur, Cawalkot Balikpapan, Rahmat Mas’ud, Cawalkot Makassar, Munafri Arifuddin. Di akademisi ada Prof Masjaya dan Prof Husain Syam, yang rektor di Makassar dan Kalimantan,” ungkap legislator asal PPP ini.

Armiah menambahkan, Pilkada ini memilih pemimpin dan tentunya terjaminnya kualitas pemimpin tidak ditentukan dari suku.

Pada kesempatan sama, Koordinator Tim Desa Banua Sendana, Hasan juga ikut bicara terkait isu politik identitas.

“Susah juga, karena mereka tidak punya bahan serta kualitasnya diragukan untuk dicitrakan ke masyarakat. Ibu Patmawati sudah 25 tahun di Majene, 75 desa dan kelurahan didatangi tiap tahunnya selama mendampingi almarhum Fahmi Massiara sewaktu menjabat Bupati,” kata Hasan.

“Saya jamin, Ibu Patma lebih memahami kebutuhan daerah dan masyarakatnya, lebih-lebih Bapak Lukman yang sudah puluhan tahun selalu aktif bermasyarakat, jadi tidak ada keraguan. Kami yakin, pasangan Patma-Lukman adalah yang terbaik,” imbuh Hasan.

(*)